BETANEWS.ID, KUDUS – Kobaran api dan asap hitam tampak membumbung di atas gudang mebel di Jalan Pramuka, Kelurahan Wergu Wetan, Kota, Kudus, Rabu (2/9/2020) subuh. Sejumlah orang tampak berusaha memadamkan api menggunakan ember berisi air di kantor Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kudus yang tepat di timur gudang yang terbakar.
Muhammad Ramadan, relawan Lembaga Penanggulangan Becana dan Perubahan Iklim (LBPI) NU Kudus menuturkan, dia bersama puluhan rekannya berusaha memadamkan api agar tak merembet ke gedung tiga lantai tempat mereka bermarkas. Mereka terpaksa menggunakan peralatan seadanya, karena pemadam kebakaran belum sampai ke lokasi.

“Kami bergotong royong pakai ember ini mencoba memadamkan api yang sudah mulai menjalar di gedung PCNU Kudus. Semoga api tidak membesar dan lekas padam,” ujar pria yang akrab disapa Ramadan kepada Betanews.id.
Dia mengungkapkan, beberapa bagian dari gedung PCNU Kudus sudah ada yang terbakar. Di antaranya, gedung bagian belakang, yakni kantor Maarif. di dalam kantor Ma’arif sebagian meja dan kursi yang ikut terbakar. Kusen jendela bagian barat juga habis terbakar. Selain itu ada satu unit mesin AC yang hangus.
Baca juga: Tiga Gudang Polytron di Sayung Terbakar Hebat, Api Belum Bisa Dipadamkan
Menurut Ramadan, sekitar pukul 04.00 WIB gudang mebel yang bersebelahan dengan Gedung PCNU Kudus itu sudah keluar asap. Kemudian dia bersama lima rekannya naik ke lantai tiga gedung untuk melihat dan sudah tampak api yang sudah membakar beberapa bagian gudang mebel tersebut.
“Khawatir api akan membesar dan takutnya nanti akan merembet ke gedung PCNU Kudus, kami pun menghubungi tim pemadam kebakaran dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kudus,” ungkapnya.
Ditemui terpisah, Nor Koyin (51), Komandan Regu Tiga Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja mengatakan, pihaknya mendapat informasi kebakaran itu sekitar pukul 05.15 WIB. Kemudian tim pemadam kebakaran meluncur dan sampai lokasi api sudah membesar. Menurutnya, yang terbakar itu merupakan gudang mebel.
“Yang terbakar itu gudang mebel beserta isinya. Gudang serta isinya ludes semua, termasuk satu unit mobil pikap,” terang pria yang akrab disapa Koyin tersebut.
Dia mengungkapkan, kebakaran tersebut disebabkan korsleting listrik mobil pikap yang ada di dalam gudang mebel tersebut. Dari mobil yang terbakar itu kemudian api merambat serta melalap gudang beserta isinya tanpa sisa.
Baca juga: Si Jago Merah Mengamuk di Istana Ban Kudus, Jalur Pantura Lumpuh
Menurutnya, proses pemadaman tidak terlalu sulit dan bisa ditangani dengan mudah. Butuh waktu sekitar satu jam untuk memadamkan semua api yang mengamuk. Sedangkan untuk memadamkan kebakaran itu pihaknya dibantu tim pemadam kebakaran dari BPBD Kudus, PT Djarum, PT Pura, Serta PT Nojorono.
“Kalau armada yang diterjunkan tadi total ada sembilan mobil pemadam kebakaran,” jelasnya.
Disinggung tentang adanya korban jiwa, Koyin menegaskan, kebakaran tersebut tidak tidak ada korban jiwa. Namun kerugian ditaksir sekitar Rp 3 miliar.
“Tidak ada korban jiwa. Kalau kerugian materil sekitar Rp 3 miliar,” ujarnya.
Editor: Suwoko

