BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam sebuah toko yang berada di tepi utara Jalan Sunan Kudus, Nomor 202 Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tampak beberapa orang sedang memilih sepatu. Di samping mereka terlihat seorang pria yang begitu sabar melayani calon pembelinya tersebut, Pria itu yakni Muhammad Naufal Amir (17) pemilik dari Warrior Footwear Kudus.
Seusai melayani pembeli, pria yang masih berstatus pelajar kelas XII MAN 2 Kudus itu sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia mengatakan, mulai jualan sepatu pada akhir tahun 2019, saat brand sepatu lokal lagi booming. Dia mengaku, memanfaatkan momentum untuk jualan sepatu secara online di sela kegiatan sekolah.
Awalnya, berjualan sepatu secara daring itu tanpa sepengetahuan orang tuanya. Namun, saat ada pesanan agak banyak, dia pun belanja sepatu di marketplace sesuai jumlah para pemesan. Saat pesanan sepatu datang itulah, kedua orang tuanya mengetahui kalau dia berjualan sepatu secara daring.

Baca juga : Produksi Tempe Super, Jadi Solusi Ekonomi Mantan TKI di Kala Pandemi
“Setelah tahu, alhamdulillah kedua orang tuaku pun mendukung. Saya diberi modal senilai 10 lusin pasang sepatu. Saat sekolah libur akibat pandemi, saya diberi lokasi oleh orang tua untuk buka toko sepatu,” ujar pria yang akrab dipanggil Naufal kepada betanews.id, Kamis (13/8/2020).
Pria yang tercatat sebagai warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus itu mengatakan, membuka toko sepatu yang diberi nama Warrior Footwear Kudus sejak April 2020. Dia mengaku, sempat khawatir tokonya itu akan sepi, sebab buka di tengah pandemi melanda negeri, dan meruntuhkan sektor ekonomi.
“Ternyata kekhawatiranku tidak terbukti. Toko Warrior Footwear Kudus tetap ramai, sepatu brand lokal tetap laris manis. Tercatat mulai April, saya mampu menjual 700 pasang sepatu,” bebernya.
Putra bungsu dari tiga bersaudara itu menuturkan, Toko Warrior Footwear Kudus menyediakan aneka sepatu brand lokal dengan kualitas bagus. Antara lain merk Warrior yang dibanderol mulai Rp 130 ribu sampai Rp 180 ribu per pasang.
Ada juga merk Patrobas yang dijual dengan harga mulai Rp 240 ribu hingga Rp 290 ribu. Serta merk Ventella yang harganya mulai Rp 180 ribu sampai Rp 450 ribu per pasang. Menurutnya, harga bervarisi itu tergantung model serta bahan dari ketiga merek sepatu lokal tersebut.
Dari ketiga merek lokal yang dijual, saat ini semua lagi minati para remaja Indonesia. Mereka rata – rata beli sesuai kebutuhan dan budget yang mereka punya. Jika pingin harga yang lebih terjangkau, mereka pilih merek Warrior. Namun jika pingin lebih nyaman dipakai, mereka pilih Patrobas atau Ventella.
Baca juga : Gunakan Trik Pemasaran Warisan Orang Tua, Produk Sinta Shoes Tetap Digemari Konsumen
“Kalau modelnya hampir sama ya, semuanya trendi. Serta tergantung selera para pelanggan. Cocok untuk pria dan wanita,” ungkapnya.
Dia berharap tokonya bisa makin berkembang. Serta mengajak putra putri bangsa Indonesia agar mencintai produk – produk dalam negeri, termasuk sepatu. “Kalau ada brand lokal yang kualitasnya standart dengan brand luar negeri, kayaknya tidak ada alasan untuk tidak beli produk dalam negeri,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

