31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Untung Berlipat dari Jualan Kue Gandos di Tepi Jalan, Heru Mampu Beli Mobil

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria tampak sibuk di samping gerobak. Dia terlihat menuang adonan warna putih ke alat panggang. Sekitar tujuh menit adonan yang dipanggangnya pun sudah matang dan siap dibungkus, serta diberikan kepada para pembeli yang sudah menunggu. Pria itu bernama Heru Wahyudi (42), yang mengaku untung berlipat dengan jual kue gandos.

Di sela aktivitasnya melayani para pelanggan, dia menuturkan, usaha jualan kue gandos sangat menguntungkan. Sebab, kue gandos digemari segala usia dan kalangan. Oleh sebab itu, jualan kue gandosnya laris manis dan bikin untung. Bahkan, tuturnya, belum sampai setahun jualan kue gandos ia sudah mampu beli mobil.

Heru Wahyudi sedang membuat kue gandos. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Berhenti jadi Guru dan Pilih Jual Kue Gandos, Omzet Heru Bisa Rp 1 Juta Sehari

-Advertisement-

“Saya jual kue gandos sejak 15 Agustus 2019. Dan beberapa bulan yang lalu, hasil dari jual kue gandos saya sudah mampu beli mobil bermerk Daihatsu Ayla,” ujar pria yang akrab disapa Heru kepada betanews.id, Jumat (14/8/2020).

Pria yang jualan kue gandos di sebelah timur lapangan sepak bola Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus itu menuturkan, selama berjualan kue gandos selalu laris manis. Setiap hari ia mampu menghabiskan 10 kilogram adonan. Serta mendapatkan omzet sekitar Rp 1 juta sehari.

Penghasilan tersebut dari penjualan kue gandos saja. Belum termasuk penjualan adonan bakal kue. Menurutnya, selain menjual kue gandos, ia juga melayani pembelian adonan, untuk mereka yang ingin jualan kue gandos tapi tidak bisa membuat adonannya. Kalau ditotal semua, dia mengaku bisa menjual adonan 26 per kilogram sehari.

“Adonan itu saya jual Rp 80 ribu per dua kilogram. Biasanya dari dua kilogram adonan itu mitra saya bisa mendapatkan uang Rp 180 ribu. Sangat menguntungkan, keuntungannya itu 100 persen,” ujarnya.

Dia menuturkan, sekitar setahun merintis usaha berjualan kue gandos ia sudah punya beberapa cabang yang tersebar di Kudus, di antaranya, pertigaan IAIN Kudus, Lapangan Desa Megawon, Pertigaan Pekeng Desa Gulang, Desa Gribig, Bae, serta Nganguk.

“Berarti saya ada enam cabang di Kudus. Selain itu saya juga ada tiga cabang di Jepara dan reseller di Depok Jawa Barat, yang adonannya saya kirim setiap sebulan sekali,” ungkap pria yang sudah dikaruniai tiga putra tersebut.

Baca juga : Bosan Bertahun Tahun Kerja Ikut Orang, Aufa Pilih Jualan Kue Gandos

Dia mengatakan, kue gandos adalah jajanan asal Kabupaten Purwodadi berbahan dasar tepung beras dan kelapa. Harga kue gandos dibenderol Rp 500 per biji untuk rasa original gurih. Serta lebih mahal Rp 2.000 per biji untuk kue gandos bertoping.

“Selain rasa original, saya juga menyediakan kue gandos bertoping. Antara lain, toping coklat, keju dan strawberi,” bebernya.

Dia berharap usaha kue gandos yang diberi nama tiga putra itu bisa makin laris dan berkembang. Sehingga hasilnya bisa untuk membiayai anaknya sekolah tinggi. Serta bisa diwariskan kepada putra – putranya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER