Griya Anggrek Bae, Pusatnya Tanaman Anggrek di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Green house milik Firmansyah Jauhari (48) pagi itu terlihat dikunjungi beberapa orang. Di dalam green house yang cukup luas itu tampak dipenuhi aneka macam jenis tanaman anggrek. Mulai anggrek yang masih belia yang ada di net pot, sampai anggrek besar dan sudah berbunga ada di tempat itu. Tempat tersebut yakni Griya Anggrek Bae, pusatnya bunga anggrek di Kudus.

Firmansyah Jauhari selaku pemilik dari Griya Anggrek itu menuturkan, di green housenya itu memang ada banyak tanaman anggrek. Ada anggrek spesies dan hybrid. Dari yang harga yang murah maupun yang mahal hingga jutaan ada semua di Griya Anggrek miliknya.

“Di Griya Anggrek saya punya koleksi banyak tanaman bunga anggrek. Dari anggrek yang mudah ditemui di pasaran atau tukang bunga. Hingga yang lumayan langka saya pun punya,” ujar pria yang akrab disapa Firman kepada betanews.id, Kamis (7/8/2020).

-Advertisement-
Firman sedang menunjukkan salah satu koleksi anggreknya. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Tips Membuat Bonsai Kelapa Berharga Mahal dari Masternya

Pria warga Dukuh Karangdowo, Desa Bae, Kecamatan Bae, Kudus itu menuturkan, di Griya Anggrek ada sekitar 10 jenis anggrek. Di antaranya, dendrobium, phalaepnopsis, paphiopedium, vanda, rhyncostillis, bulbophyllum, angraycum, encyclia, ceologine, serta paraphalaepnopsis.

Menurutnya, dari semua jenis yang yang disebutkan itu anggrek dendrobihum hybrid, dan anggrek phalaepnopsis hybrid merupakan jenis anggrek yang paling diminati. Kedua jenis anggrek itu lebih diminati karena kuntum bunganya yang banyak dan bunganya itu bisa awet.

“Kedua jenis anggrek itu memang dikenal punya kuntum bunga yang banyak, serta awet. Bahkan bunganya itu kuat tidak layu hingga dua bulan,” ungkap Firman.

Masih kata Firman, sama dengan tanaman pada umumnya, penyuka tanaman anggrek kebanyakan kaum Hawa terutama ibu – ibu. Namun untuk pembudi dayanya itu banyak dari kaum Adam. Karena memang budi daya anggrek itu butuh telaten dan harus faham habitat aslinya.

Atas dasar habitat asli tersebutlah, ia kini juga punya kebun anggrek di Kaliurang Yogyakarta. Menurutnya, iklim di sana lebih cocok untuk budi daya anggrek. Terutama saat memasuki masa pembungaan. Sebab pembungaan anggrek itu ditentukan suhu, ketinggian lokasi dari permukaan laut.

“Di sana juga komunitas anggrek juga sudah terbentuk lama. Pangsa pasarnya juga lebih luas,” bebernya.

Baca juga : Pondok Bunga Budi Karya, Tersedia Lebih 50 Jenis Aglonema yang Laris Manis

Dia menuturkan, rencana ke depan Griya Anggrek Bae, Kudus hanya akan dijadikan tempat pembibitan. Dari kawin silang anggrek, pembotolan hingga pembiakan usia remaja. Saat akan memasuki fase berbunga, anggrek tersebut akan dipindah ke kebun di Yogyakarta.

Menurutnya, bisnis anggrek sangat menguntungkan. Bunganya yang unik dan corak warna yang eksotis, bunga anggrek tetap jadi idola para ibu – ibu. Bahkan banyak juga para kolektor yang berburu bunga anggrek. Apalagi Indonesia dengan iklim tropisnya itu kaya akan bunga Anggrek, tapi sayangnya pemerintah seolah abai tentang habitat anggrek.

“Saya berharap khusus di Kota Kretek Kudus, makin banyak komunitas anggrek. Serta semoga para pecinta anggrek itu lebih menghargai proses. Sebab untuk budi daya anggrek agar bisa tumbuh dan berbunga, butuh ketelatenan dan waktu tahunan,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER