BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus akan memfokuskan dagangan basah untuk dijual di Pasar Rakyat. Hal tersebut dilakukan seiring masih sepinya pengunjung yang datang di pasar yang berlokasi di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Satu di antara pedagang Pasar Rakyat yakni Narto (30). Dirinya yang berdagang ikan mengaku sudah lima bulan pindah dari Pasar Baru ke Pasar Rakyat. Namun pembeli yang datang sedikit.
Menurutnya, jika semua pedagang kompak pindah, dagangan akan terpusat dan pasar akan ramai.
“Kita kan satu perjuangan. Saya berharap semua bisa kompak pindah ke Pasar Rakyat semua,” tuturnya, Sabtu (8/8/2020).
Baca juga : Buruan yang Ingin Dapatkan Los Gratis di Pasar Rakyat Kudus, Ini Caranya
Dikatakan Narto, hingga saat ini masih ada pedagang ikan yang belum pindah dari Pasar Baru ke Pasar Rakyat. Dirinya meminta agar Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus menata lagi tempat berdagang untuk dipusatkan sesuai dengan dagangan yang dijual.
“Misal ikan, ya ikan semua. Daging, daging semua. Supaya terpusat,” jelasnya yang sudah berdagang ikan dari tahun 2006.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kudus Albertus Harys Yunanto menuturkan, Pasar Rakyat nantinya akan ditempati dua kelompok besar. Yakni dagangan basahan dan kering. Menurutnya, dagangan basahan yakni daging, ayam, ikan, tahu dan sejenisnya. Sementara, dagangan kering yakni seperti sayur.
Saat ini sebagian besar pedagang masih di Pasar Baru dan belum pindah ke Pasar Rakyat. Hal tersebut dikarenakan di Pasar Rakyat masih proses perbaikan. “Belum dipindah. Masih proses pemasangan sekat antar pedagang,” tuturnya.
Menurut Harys, jumlah los yang tersedia di Pasar Rakyat yakni 198 los. Perkiraan akan ada kurang lebih 60 orang pedagang yang akan pindah dari Pasar Baru ke Pasar Rakyat. “Kalau yang sudah di Pasar Rakyat sekitar 40-an (pedagang),” tuturnya.
Baca juga : Masih Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Rakyat Minta Dinas Perdagangan Berlaku Adil
Harys memberitahukan, setelah partisi skat aklirik selesai, pihaknya akan memindahkan semua pedagang basahan ke Pasar Baru. Nantinya jika tidak mau dipindah, pedagang tidak diperkenankan untuk berjualan.
Mengenai Pasar Rakyat yang masih sepi, pihaknya optimis saat pedagang sudah pindah semua. Pasar Rakyat akan ramai.
“Daging, ikan, ayam itu dagangan yang dicari orang. Kalo semua kompak pindah semua pasti pembeli mau masuk semua ke Pasar Rakyat,” tuturnya.
Editor : Kholistiono

