Awas, Klaster Baru Covid-19 dari Komunitas Sepeda

BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengkhawatirkan komunitas sepeda menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Menurutnya, penyebaran Covid-19 terjadi bukan saat berolahraga, melainkan ketika kumpul-kumpul selepas berolahraga.

Hartopo menjelaskan, saat ini bersepeda menjadi tren gaya hidup baru di masyarakat. Mereka melakukan kegiatan bersepeda bersama sambil menikmati wisata. Biasanya, selepas berolahraga, pesepeda akan kumpul bersama sambil makan.

“Saat bersepedanya kita aman. Berbahayanya kita ngumpul di acara makan. Itu bisa menyebabkan klaster baru,” tuturnya, Senin (3/8/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Soal Pasien Covid Memaksa Pulang, Hartopo: ‘Ini Kejahatan yang Luar Biasa’

Menurutnya, saat melakukan interaksi di warung makan, akan terjadi percikan air liur. Jika tidak mengenakan masker, penyebaran Covid-19 akan menjadi masif.

“Sebenarnya tidak hanyak komunitas sepeda saja. Ini teman-teman media juga sama. Makan berhadapan meja ngobrol semua. Droplet, tertular semua,” jelasnya.

Lebih aman, kata Hartopo, masyarakat sesering mungkin harus mengenakan masker atau face shield. Terutama saat keluar rumah. Menurutnya fungsi masker sebagai pencegahan penyebaran Covid-19 yakni untuk menghalau droplet.

“Kadang juga aneh. Saat diam masker dipakai. Namun ketika ngobrol dilepas,” tuturnya.

Hartopo memberitahukan, pihaknya akan mempersiapkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur sanksi pelanggaran penerapan protokol kesehatan Covid-19. Namun Hartopo masih menunggu peraturan dari pemerintah pusat yang akan mengatur perihal yang sama. “Kalau sudah ada dari pusat kan kita tinggal numpang saja,” tuturnya.

Baca juga : Amankah Pakai Masker saat Bersepeda? Ini Penjelasan Ahli Paru RS Mardi Rahayu

Walau demikian, jika peraturan tersebut belum juga dikeluarkan oleh pemerintah pusat, pihaknya akan segera membahas dengan Forkopimda untuk segera dibuat Perbup.

“Jika nanti keluarnya lama dan masyarakat Kudus sendiri masih susah dikendalikan, akan kami buat Perbup. Sanksinya nanti yang bisa diterima masyarakat agar bisa mengedisiplinkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER