Soal Pasien Covid Memaksa Pulang, Hartopo: ‘Ini Kejahatan yang Luar Biasa’

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 13 pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (29/7/2020) malam memaksa pulang ke rumah. Mereka yang seharusnya masih harus menjalani perawatan di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, memaksa pulang karena tidak betah berada di rumah sakit.

Walau pada akhirnya pasien tersebut sudah membuat surat pernyataan melakukan isolasi mandiri di rumah, namun aksi tersebut mendapatkan komentar pedas dari Plt Bupati Kudus HM Hartopo.

Saat dimintai komentar terkait aksi pasien yang memaksa pulang, Hartopo menuturkan, jika aksi tersebut merupakan kejahatan yang luar biasa. Menurutnya, pasien yang masih terkonfirmasi positif Covid-19 namun dirinya tidak mengerti atau mempunyai fasilitas isolasi mandiri, harus dirawat di rumah sakit, hingga hasil swabnya negatif.

-Advertisement-

“Ini kejahatan luar biasa. Tidak berperikemanusiaan mereka,” tuturnya saat ditemui di kegiatan Launching Ikon Bhabinkamtibmas Candi di Mapolres Kudus, Senin (3/8/2020).

Menurutnya, pasien yang belum sembuh dari Covid-19 akan membawa penyakit untuk keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Dirinya mengakui, pasien Covid-19 memang dilarang ditemani keluarganya langsung. Namun, jika ada keluarga yang mau menemani pasien, anggota keluarganya harus berada di ruang perawatan hingga pasien sembuh.

Baca juga : Alasan Tidak Betah di Rumah Sakit, 14 Pasien Covid-19 di Kudus Memaksa Pulang

“Mereka yang pulang akan membawa virus dari rumah sakit. Virus itu dibawa pulang, dibawa ke kampung. Harusnya tidak boleh. Tapi kalau di sana (di rumah sakit) monggo tidak apa-apa,” jelasnya.

Menurutnya, anggota keluarga yang menemani pasien akan selalu bersinggungan dengan pasien. Mereka akan merawat, memandikan bahkan makan akan bersama. Hal tersebut, akan menimbulkan penularan masif jika anggota yang menemani pulang dan pergi dari rumah sakit.

Dikatakan Hartopo, pihaknya akan membayarkan semua biaya perawatan pasien di rumah sakit berikut juga kebutuhan makan anggota keluarga yang menemani.

Saat ini, Hartopo tidak memikirkan dari sisi bisnis, apakah nanti rumah sakit akan rugi atau untung. Menurutnya, dirinya lebih memikirkan bagaimana masyarakat selalu sehat dan terhindar dari virus Corona.

“Tidak ada bisnis sekarang, tidak ada bisnis. Mikirnya sekarang itu bagaimana untuk kemanusiaan. Pasti kita akan kasih makan,” jelasnya.

Dirinya meminta agar masyarakat mengikuti semua anjuran dari dokter. Ketika sudah sembuh, juga harus memberlakukan protokol kesehatan Covid-19 di setiap aktivitasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER