31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

KFC dan Yoshinoya Ajukan Penundaan Pembayaran Pajak

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua resto waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC) dan Yoshinoya mengajukan penundaan pembayaran pajak ke pemerintah daerah. Permohonan pengajuan tersebut akibat omzet yang menurun di saat pandemi Covid-19.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus Eko Djumartono menuturkan, pengajuan penundaan pembayaran pajak di mulai dari bulan Mei 2020. Menurutnya, permohonan penundaan pembayaran pajak akan dilakukan hingga bulan Desember 2020.

“Jadi ada yang sudah mengajukan dua. Dari bulan Mei dan ada yang mulai bulan Juni,” tuturnya saat ditemui di ruangannya, Senin (6/7/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Sejak April Hingga September 2020, Pemerintah Tanggung Pajak UMKM

Eko menuturkan, pengajuan penundaan pembayaran pajak adalah hal yang maklum di tengah pandemi. Menurutnya, pihaknya memberikan izin dan mengabulkan permohonan tersebut. Selain itu, pihaknya juga tidak memberikan sanksi denda sebesar dua persen atas telatnya pembayaran pajak.

“Intinya permohonan bayar pajaknya telat dan tidak kena denda,” jelasnya.

Dalam teknis pembayaran pajak nantinya, lanjut Eko, bisa menggunakan sistem rapel. Dicontohkan, pajak Bulan Mei, Juni dan Juli nanti akan dibayar di bulan September.

“Tetap mereka akan bayar sesuai dengan aturan, yakni 10 persen dari omzet. Dan mereka sanggup,” tuturnya.

Dibolehkannya penundaan selama pandemi, menurut Eko juga dilandasi dengan Peraturan Bupati (Perbup) Kudus mengenai Relaksasi Covid-19. Pihaknya tidak akan berani mengabulkan permohonan tanpa ada aturan yang mengaturnya.

“Itu sudah diatur di perbup. Saya gak berani jalan kalau tanpa landasan,” tuturnya.

Eko memberitahukan, pengajuan penundaan pembayaran pajak tersebut, langsung dari kantor pusat waralaba. Bukan dari KFC Kudus.

Baca juga : Pegadaian Beri Bunga Nol Persen Bagi Pelaku UMKM, Ini Syaratnya

Menurutnya, managemen KFC secara global menginisiasi pengajuan penundaan pajak di setiap daerah. Hal tersebut diduganya karena ada beberapa daerah yang penjualannya masih normal, namun ada juga di daerah yang benar-benar tidak jalan karena Covid-19.

“Kalau KFC di Kudus saya kira masih normal. Setiap hari ramai. Namun mungkin berbeda KFC yang berada di daerah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) seperti di Jakarta,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER