31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Disdik Jateng Ancam Coret Calon Siswa yang Terbukti Palsukan Data PPDB

BETANEWS.ID, SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah mengancam akan mencoret atau membatalkan calon siswa yang terbukti memalsukan data dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020. Ketegasan ini dikeluarkan untuk menghindari adanya kecurangan, setelah banyak laporan masuk adanya ketidakjujuran dalam mengisi data.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Jumeri mengatakan, penerimaan PPDB Jateng tahun ini dilakukan dengan mekanisme full online. Oleh karena itu, baik penyelenggara, orang tua dan calon peserta didik harus sama-sama memiliki integritas.

Makanya, dia meminta orang tua dan calon siswa yang merasa memalsukan data, untuk segera membatalkan pendaftarannya. Selanjutnya, mereka diharuskan memperbaiki kembali sesuai data yang ada untuk kemudian mendaftar kembali.

-Advertisement-

“Kepada masyarakat luas, kami mengharapkan bantuannya untuk mengawasi dan melaporkan apabila ada indikasi kecurangan. Bantuan masyarakat itu kami harap dapat mewujudkan proses PPDB Jateng yang berintegritas,” tegasnya, Senin (22/6/2020).

Baca juga: Ganjar Mengaku Dapat Banyak Titipan Siswa di PPDB Online

Jumeri menekankan, mereka yang melakukan perbaikan itu, tidak akan dikenai sanksi apapun. Namun, apabila setelah pengumuman penerimaan dilakukan dan diketahui ada pelanggaran atau laporan masyarakat mengenai indikasi pelanggaran dan bisa dibuktikan, maka penerimaan calon siswa tersebut akan dibatalkan.

Jumeri mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah menerima banyak laporan dan aduan tentang adanya ketidakjujuran pengisian data dalam aplikasi PPDB. Baik nilai rapor, surat keterangan domisili, kartu keluarga dan sertifikat kejuaraan yang digunakan untuk memenuhi persyaratan pendaftaran.

“Menindaklanjuti aduan itu, saya memerintahkan kepada seluruh kepala sekolah (SMA, SMK, SLB Negeri) ketat dalam melakukan validasi dan verifikasi data yang masuk. Proses validasi dan verifikasi data itu, akan kami laksanakan mulai hari ini, Senin hingga Kamis nanti,” terangnya.

Baca juga: Dapat Prioritas saat PPDB, Anak Nakes di Jateng Diberikan Jalur Khusus

Menurutnya, integritas memang sangat ditekankan dalam proses penerimaan PPDB tahun ini. Sebab, dengan mekanisme daring dan beberapa persyaratan yang khusus karena wabah covid-19, ada potensi terjadinya pelanggaran.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkali-kali mengingatkan orang tua dan calon siswa untuk jujur dalam pengisian data PPDB. Integritas harus menjadi pondasi dalam proses PPDB tahun ini.

“Ketika mengisi data, harus sesuai kenyataan. Kalau tidak, meskipun calon siswa diterima dan dicek datanya salah, maka langsung kami coret, lho,” kata Ganjar.

Baca juga: Kependudukan dan Alur Pendaftaran Banyak Dikomplain di PPDB Daring Jateng

Ganjar juga mengingatkan agar orang tua siswa tidak menggunakan cara kolusi untuk mendaftarkan anaknya. Diakuinya, banyak orang tua yang menitipkan anaknya agar bisa masuk sekolah yang diinginkan.

“Sekarang ini banyak yang titip ke saya, banyak sekali alasannnya, intinya biar bagaimana caranya si anak bisa masuk. Jadi sebenarnya jangan seperti itu, kita harus mengedukasi anak-anak untuk jujur. Enggak usah kolusi, ikuti saja aturan,” tegas Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER