BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah perempuan tampak duduk di Kantor Agen Tiket Po Nusantara, Jl Getas Pejaten Nomor 4, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus. Tak lama menunggu, masuk seorang pria mengenakan pakaian serba hitam memesan tiket. Dia adalah Teguh Prastyo Mardiyanto (38). Dirinya memesan tiket untuk atasannya.
Tiket yang dipesan yakni Kudus – Pulogebang, Jakarta. Dia mengungkapkan, jika harga tiket melonjak hingga dua kali lipat. Pada hari-hari biasa, harganya sekitar Rp 170 ribu, sedangkan saat ini mencapai Rp 350 ribu. Menurutnya, harga tiket saat ini seperti harga saat menjelang Lebaran.

“Sekarang mahal, seperti harga tiket saat Lebaran. Ini beli untuk atasan saya. Tentunya ada rasa was-was saat pandemi Covid-19 saat ini. Tapi mau bagaimana, pasti dia rindu sama keluarga, jadi ini mau pulang,” ungkap Teguh, sapaan akrabnya, Jumat (12/6/2020).
Baca juga : Sempat Naik 2 Kali Lipat, Tiket Bus Nusantara Kini Mulai Turun Harga
Sementara itu, Agung Kurnawan Kusumo (37), selaku Manajer Marketing PO Nusantara menjelaskan, kenaikan harga tiket Bus Nusanta dikarenakan pihaknya melakukan sosial distancing. Sehingga, tempat duduk yang biasanya digunakan dua orang, saat ini digunakan untuk satu orang.
“Karena masih dalam masa pandemi, tentu belum bisa kami jual seperti harga normal. Saat ini tempat duduk yang kami gunakan hanya 50 persen. Yang biasanya diduduki dua orang, sekarang hanya satu orang saja, kami terapkan sosial distancing,” jelasnya pria yang akrab disapa Agung itu.
Menurutnya, sosial distancing tersebut mengikuti aturan Kementerian Perhubungan. Selain itu, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan menyediakan hand sanitizer di bus. Fasilitas selimut dan bantal untuk sementara waktu ditiadakan demi menghindari penyebaran Covid-19.
Baca juga : Ternyata Ini Filosofi Gambar Menara Kudus pada Setiap Bus Haryanto
“Selimut dan bantal biasanya diganti setelah kembali ke sini, jadi demi keamanan penumpang, kami ambil saja. Kenaikan harga tiket juga tidak lepas dari anjuran pemerintah, jadi kami ikuti saja,” ujarnya kepada betanews.id.
Dia juga menambahkan, karena menjelang Ramadan hingga Lebaran, pihaknya tidak beroperasi. Hal itu juga menjadi faktor kenaikan harga tiket seperti harga menjelang Lebaran.
“Kami sudah tidak beroperasi selama kurang lebih sekitar dua bulan, dan ini masih sepi. Karena masih sepi penumpang, hal itu juga menjadi faktor kenaikan harga,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

