BETANEWS.ID, KUDUS – Suara mesin gerinda terdengar di rumah kayu yang berada di tepi Jalan Sudimoro, Desa Karang Malang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Senin (18/5/2020). Tampak mesin tersebut dikendalikan pria paruh baya yang mengenakan masker kain putih. Pria tersebut adalah Maryono (53), pemilik usaha Mebel Jati Belanda.
Dia menuturkan, mulai usaha mebel jati Belanda sejak 2015. Sebelumnya, dia pernah punya usaha rosok di tempat yang sama, tapi bangkrut akibat sepi dan kekurangan modal. Padahal, usaha barang-barang bekas tak terpakai itu sempat berjalan selama lima tahun.

“Karena kekurangan modal jadi nggak bisa diputar uangnya. Hingga usaha rosokku bangkrut. Saya pun berinisiatif buka usaha lainnya yakni jualan palet kayu Belanda,” ujar warga Desa Glantengan, Kecamatan Kota, Kudus itu.
Setelah gulung tikar, lanjutnya, dengan sisa uang yang ada, Maryono beralih usaha jualan kayu dan palet jati Belanda. Dari situ ada beberapa pembeli yang menanyakan perabot rumah tangga berbahan jati Belanda, bahkan langsung pesan.
Baca juga: Jandaku, Tawarkan Aneka Produk Mebel dari Jati Belanda
Setelah dapat pesanan tersebut, ia pun kemudian cari tukang kayu untuk mengerjakannya. Dia pun bersyukur, produknya setelah jadi dianggap bagus dan pemesannya sangat puas dengan hasilnya.
“Saat itu ada yang pesan meja dan kursi untuk kafe. Saya pun langsung mengiyakan saja. Meskipun saya tidak bisa membuat sendiri meja dan kursi tersebut,” ujarnya sambil melanjutkan mengamplas.
Setelah usahanya berkembang, saat ini dia bisa menerima pesanan aneka perabot rumah tangga berbahan kayu jati Belanda. Antara lain, meja, kursi, lemari, tempat tidur, bangku serta interior kafe.
“Harga sangat terjangkau dan bersaing. Hasilnya dijamin bagus dan kokoh,” ungkap Maryono.
Baca juga: Produk Mebel Jati Agung jadi Langganan Toko Furnitur di Jateng dan Jatim
Selain itu, dia juga menjual kayu papan jati Belanda dengan harga Rp 5 ribu per batang dan Rp 75 ribu untuk harga satu palet. Dia mengaku, penjualan kayu jati Belanda dan palet lumayan laris. Setiap dapat kiriman satu truk kayu jenis itu, biasanya habis dalam waktu dua pekan.
“Mebelnya juga lancar pesanannya. Setiap pekan minimal dua orang yang pesan. Dan biasanya mereka itu pesan beberapa perabot,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

