BETANEWS.ID, KUDUS – Keberadaan Nusron Wahid dipertanyakan banyak pihak usai kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Senin (14/9/2026).
Pasalnya, Menteri ATR/BPN tersebut belum muncul ke publik usai kasus tersebut mencuat. Dalam kasus tersebut, delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan empat di antaranya diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid.
Meski demikian, Nusron tidak termasuk pihak yang diamankan dalam OTT tersebut dan hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka. Namun, banyak pihak mempertanyakan keberadaan yang bersangkutan saat ini.
Termasuk kemungkinan Nusron berada di Kudus, yang notabene merupakan tanah kelahirannya.
Pantauan di lokasi, rumah Nusron yang berada di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kudus, terlihat sepi, Kamis (17/9/2026). Meski begitu, ada aktivitas pekerjaan membersihkan lantai rumah yang berbahan marmer.
Tetangga Nusron yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa terakhir melihat yang bersangkutan datang ke rumah di Kudus pada Sabtu malam (12/9/2026). Menurutnya, Nusron memang rutin pulang untuk kegiatan selapanan.
“Biasanya, pas acara Selapanan itu hadir. Terakhir pada Sabtu malam Minggu, beliau juga hadir,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan selapanan berlangsung setelah salat Isya dan dapat berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB atau tengah malam, bergantung pada jumlah kiai yang hadir. Kegiatan tersebut juga mengundang warga sekitar.
Mansur menuturkan, di luar kegiatan tertentu seperti selapanan dan Idulfitri, Nusron jarang terlihat berada di rumah tersebut. Karena itu, suasana rumah memang lebih sering sepi dan tidak banyak aktivitas warga maupun tamu.
“Rumahnya memang kayak gini, sepi dan minim aktivitas. Jadi tidak ada perubahan suasana,” jelasnya.
Ia juga mengaku tidak pernah melihat petugas kepolisian maupun KPK keluar masuk rumah Nusron sejak kasus dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN mencuat. Ia mengatakan kondisi rumah tetap terlihat seperti biasa tanpa aktivitas khusus yang mencolok.
“Selama ini rumahnya ya seperti ini. Sepi dan minim kegiatan,” ungkapnya.
Warga sekitar, tuturnya, mengetahui kabar mengenai kasus tersebut dari pemberitaan dan media sosial. Namun, ia mengaku tidak banyak mengikuti pembicaraan mengenai perkara itu karena sehari-hari lebih banyak berjualan dan pada malam hari pulang ke rumahnya di Desa Kirig.
“Ya tahu sih. Tapi itu urusane wong gedhe-gedhe, kami wong cilik butuhe eker-eker (bekerja),” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, KPK melakukan OTT di lingkungan Kementerian ATR/BPN, Senin (14/9/2026). Selain mengamankan sejumlah orang, komisi antirasuah tersebut juga mengamankan 20 koper berisi uang hingga ratusan miliar.
Editor : Kholistiono

