BETANEWS.ID, JEPARA – Kapal tongkang yang mengangkut batu bara mengalami insiden kecelakaan di perairan Jepara, tepatnya di kawasan Pantai Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo.
Akibatnya, ribuan ton batu bara yang diangkut tumpah di sekitar kawasan perairan tersebut. Dari rekaman video udara yang diterima Betanews.id, air laut di sekitar lokasi tumpahan batu bara tampak berwarna kuning kecokelatan.
Sebelum berhasil ditarik oleh salvor, di dekat kapal tongkang tersebut masih terdapat tugboat. Sebelumnya, kapal tongkang itu dalam kondisi miring sehingga muatan batu bara tumpah ke laut.
Kapal tongkang tersebut diketahui milik PT Transpower Marine Tbk. Kapal itu bertolak dari Pelabuhan Banjarmasin pada Jumat (5/6/2026) dengan tujuan Marunda, Jakarta.
Namun, pada 6–7 Juni 2026, cuaca buruk menghantam kapal tersebut. Selanjutnya, pada Senin (8/6/2026), karena kondisi darurat, kapten kapal menghubungi kantor untuk meminta bantuan penyelamatan.
Kemudian, pada Selasa (9/6/2026), kapten kapal memutuskan melakukan lego jangkar atau berlabuh di Perairan Jepara. Hingga 28 Juni 2026, pihak kapal telah berupaya menstabilkan kondisi kapal, namun gagal. Kemiringan kapal terus bertambah hingga akhirnya muatan batu bara tumpah ke laut di perairan dengan kedalaman sekitar 8–10 meter.
Baca juga : Perjalanan PT Samwon, Investor Asal Korea yang Pernah Berkembang Pesat Kini Tutup Pabrik di Jepara
Kepala UPP Syahbandar Jepara, Juwita Sandy, mengatakan kapal tongkang tersebut sebelumnya sempat sulit dievakuasi.
“Tapi Alhamdulillah, untuk evakuasi tongkang saat ini sudah selesai, tinggal lanjut evakuasi tumpahan batu bara,” kata Juwita pada Sabtu (25/7/2026).
Kapal tersebut saat ini disandarkan di sekitar lokasi perairan tempat muatan batu bara tumpah. Sementara itu, terkait tumpahan batu bara, pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berencana meninjau langsung ke lokasi.
“Rencana hari Rabu (29/7) KLH akan survei ke lokasi,” ungkap Juwita.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pemeliharaan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Nexson Hasiholan Manullang, menyebut total batu bara yang tumpah ke laut mencapai 7.221 ton.
“Batubaranya tumpah ke laut semua,” ungkap Nexson.
Sebagai upaya sementara, Nexson mengatakan batu bara yang tumpah sempat diamankan dengan pemasangan jaring.
Karena sifat batu bara yang tidak larut dalam air, Nexson memperkirakan tumpahan tersebut tidak akan menimbulkan pencemaran. Namun, jika tidak segera diangkat, batu bara itu dikhawatirkan dapat mengganggu ekosistem di dasar laut.
Editor: Kholistiono

