Dekatkan Akses Pendidikan, Jepara Bakal Punya SLB Baru

BETANEWS.ID,JEPARA– Sebagai upaya untuk mendekatkan akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, Pemerintah Pusat saat ini sedang membangun Sekolah Luar Biasa (SLB) baru di Kabupaten Jepara.

Sebagaimana diketahui, di Jepara saat ini hanya ada satu SLB yang beroperasi yaitu di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Letaknya yang berada di daerah tengah, membuat anak-anak penyandang disabilitas dari daerah utara dan selatan Jepara kesulitan untuk mengakses pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Ratib Zaini mengatakan pembangunan gedung SLB itu saat ini sudah dimulai. Lokasinya yaitu berada di belakang SMAN 1 Mayong, Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong.

-Advertisement-

“Informasi dari Dinas Pendidikan Provinsi, per 27 Juni kemarin katanya (pembangunan) sudah on progres,” kata Ratib pada Rabu, (15/7/2026).

Baca juga : Gedung Belum Rampung, MPLS Siswa Sekolah Rakyat di Jepara Diundur

Sama seperti SLB yang saat ini sudah ada, SLB itu nantinya juga menampung siswa disabilitas dari jenjang SD hingga SMA.

“Targetnya tahun 2027 sudah bisa menerima siswa baru,” sambung Ratib.

Pembangunan SLB itu, Ratib mengatakan usulan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara yang kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat. Setelah selesai dibangun, pengelolaan sekolah nantinya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Pembangunan SLB di Mayong, menurutnya juga sangat mendesak. Sebab, selama ini banyak siswa penyandang disabilitas dari wilayah selatan maupun utara Jepara harus menempuh perjalanan yang cukup jauh menuju SLB yang berada di wilayah Senenan.

Dari pendataannya, total terdapat 900 anak penyandang disabilitas dari daerah selatan Jepara serta 1.200 anak penyandang disabilitas dari daerah utara Jepara.

“Kita menyadari bahwa di wilayah selatan dan utara, terdetek beberapa anak-anak kita, yang disabilitas ini membutuhkan jarak yang dekat agar dia mau sekolah. Kalau dari selatan ke Senenan kan jaraknya jauh, pun demikian, yang utara ke Senenan juga jauh. Nah, kita ingin mendekatkan anak-anak kita yang difabel,” jelasnya.

Akibat kendala jarak tersebut, akses pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus menurutnya menjadi kurang optimal bahkan tidak sedikit pula yang pada akhirnya tidak bisa mengakses pendidikan.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER