Realisasi Pendapatan BAZNAS Jepara Capai 46 Persen pada Semester Pertama

BETANEWS.ID, JEPARA – Realisasi pendapatan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara pada semester pertama 2026 baru mencapai 46 persen atau Rp8,1 miliar dari target Rp19,6 miliar.

Ketua BAZNAS Jepara, M. Nasrullah Huda, mengatakan dana yang berhasil terkumpul berasal dari zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL).

Adapun rinciannya, dana dari sektor zakat sebesar Rp5,03 miliar, infak Rp1,7 miliar, kotak sedekah Rp238,3 juta, dan DSKL sebesar Rp1,1 miliar.

-Advertisement-

Menurut Huda, capaian tersebut tidak lepas dari gerak cepat jajaran pengurus baru. Sejak resmi dilantik pada 27 April 2026, pihaknya rutin melakukan safari dan komunikasi intensif dengan berbagai elemen masyarakat di Jepara.

Langkah itu dilakukan untuk memberikan pemahaman sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

“Upaya safari dan komunikasi ini penting untuk memberikan edukasi serta meningkatkan literasi terkait zakat. Kami berharap, dengan meningkatnya pemahaman keagamaan masyarakat, kesadaran menunaikan zakat juga naik, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan penghimpunan dana umat,” jelas Huda, Rabu (1/7/2026).

Huda mengatakan, dana umat yang berhasil dikumpulkan langsung didistribusikan secara transparan untuk menopang kesejahteraan masyarakat. Tercatat, BAZNAS Jepara telah menyalurkan bantuan senilai Rp7,6 miliar kepada 35.838 mustahik.

Baca juga : Warga Jepara Kembalikan Ribuan Bungkus Bansos MinyaKita Berbau Solar

Sisa dana yang saat ini masih tersimpan di BAZNAS merupakan tanggungan perbantuan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sekitar Rp830 juta. Selain itu, terdapat dana kotak sedekah yang dikembalikan 100 persen ke desa-desa serta dialokasikan untuk pos-pos bantuan rutin.

Realisasi penyaluran tersebut masih didominasi oleh asnaf miskin yang menyerap 81,3 persen anggaran atau sebesar Rp5,3 miliar. Kemudian disusul asnaf fisabilillah sebesar Rp787,4 juta dan asnaf fakir sebesar Rp246,6 juta. Sisanya disalurkan kepada asnaf lainnya.

Huda menegaskan, penguatan sektor penghimpunan merupakan kunci agar BAZNAS dapat terus hadir memberikan solusi atas berbagai pengajuan bantuan masyarakat yang terus mengalir setiap hari.

“Tiap hari banyak sekali pengajuan bantuan yang masuk ke kami. Untuk itu, tingginya permohonan tersebut harus diimbangi dengan penghimpunan dana yang masif pula,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER