MBG Libur, Harga Ayam dan Telur di Jepara Turun Drastis

BETANEWS.ID, JEPARA – Harga sejumlah komoditas bahan pokok, seperti telur dan ayam, di Kabupaten Jepara saat ini mengalami penurunan.

Di Pasar Jepara Satu, misalnya, harga telur yang sebelumnya berkisar Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Sementara itu, di Pasar Welahan, harga telur yang semula Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp22 ribu per kilogram.

-Advertisement-

Penurunan harga tersebut terjadi sejak Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti beroperasi selama masa libur sekolah, yang dimulai pada 22 Juni 2026.

Salah seorang pedagang di Pasar Jepara Satu, Solikin (31), mengatakan harga telur sudah mengalami penurunan selama sekitar satu pekan terakhir.

“Gara-gara MBG libur, harga telur jadi semakin turun,” ungkap Solikin saat ditemui di Pasar Jepara Satu, Kamis (2/7/2026).

Solikin menjelaskan, sebelum adanya program MBG, harga telur relatif stabil di kisaran Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per kilogram. Namun, setelah program MBG berjalan, harga telur naik ke kisaran Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram.

“Setelah ada MBG, harga memang cenderung tidak stabil dan lebih mahal karena banyak saingan,” ujarnya.

Baca juga : Warga Jepara Kembalikan Ribuan Bungkus Bansos MinyaKita Berbau Solar

Dari sisi penjualan, Solikin mengaku naik-turunnya harga tidak terlalu berpengaruh. Menurutnya, kehadiran program MBG justru membuat omzet penjualannya meningkat.

Selain telur, harga ayam juga mengalami penurunan. Salah seorang pedagang ayam di Jepara, Din Afif (27), mengatakan harga ayam potong yang sebelumnya Rp35 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Afif yang biasanya mampu menjual 8 hingga 10 ton ayam potong per hari, kini hanya mampu menjual sekitar 5 ton per hari.

“Harga ayam memang lagi turun karena enggak ada MBG. Pasar sepi, penjualan turun, sementara stok melimpah,” ujar Afif saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Ia mengeluhkan kondisi penjualan yang sepi. Meski demikian, Afif menyadari kondisi tersebut hampir terjadi pada seluruh komoditas bahan pokok.

“Hari ini penjualan memang sedang sepi semua, enggak cuma ayam. Beberapa komoditas stoknya memang lagi melimpah,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Jepara, Anjar Jambore Widodo, mengatakan harga sejumlah bahan pokok, salah satunya telur, memang sedang mengalami penurunan.

Salah satu penyebabnya adalah stok di pasar yang melimpah, sementara permintaan menurun.

“Harga bahan pokok, salah satunya telur, memang turun. Informasi dari pedagang pasar, salah satu faktornya permintaan telur ayam ras berkurang karena permintaan dari dapur SPPG juga menurun selama masa libur sekolah. Selain itu, pasokan juga melimpah,” jelas Anjar.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER