BETANEWS.ID, JEPARA – Ratusan warga Kabupaten Jepara mengembalikan bantuan sosial berupa minyak goreng yang diberikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI karena diduga berbau solar.
Salah satu kasus terjadi di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Sebanyak 1.769 kemasan Minyakita ukuran 2 liter dikembalikan ke Balai Desa Plajan.
Carik Desa Plajan, Sholikhin, mengatakan bantuan tersebut dibagikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Jumat-Sabtu (19–20/6/2026) di Balai Desa Plajan. Bantuan dari Kemensos itu berupa beras dan minyak goreng.
Setiap KPM menerima dua karung beras masing-masing seberat 10 kilogram dan dua kemasan Minyakita masing-masing berisi 2 liter.
“Bantuan dari Kemensos, kami mendapat beras dan minyak goreng. Setelah dibagikan ke masyarakat, ada informasi bahwa minyak goreng tersebut tidak layak karena berbau solar,” terangnya.
Baca juga : Masuk Zona Kawasan Pangan, Tambang Ilegal di Jepara Disidak Petugas
Awalnya, bantuan tersebut dikembalikan setelah ada warga yang melaporkan bahwa minyak goreng yang diterima berbau solar. Bahkan, salah seorang warga sempat menggunakan minyak tersebut untuk menggoreng dagangannya, tetapi hasil gorengannya beraroma dan terasa seperti solar.
“Penjual gorengan waktu itu mencoba meminjam minyak ke tetangga dan nanti mau diganti. Ternyata gorengannya terasa seperti solar. Temuan itu baru diketahui dua hari kemudian. Minyaknya kok rasa solar,” ungkapnya.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, pemerintah desa langsung meminta warga mengembalikan minyak goreng tersebut ke Balai Desa sekaligus melakukan pendataan mulai Senin hingga Rabu (29 Juni–1 Juli 2026).
Data tersebut kemudian dilaporkan kepada Pemerintah Kecamatan Pakis Aji sebagai tindak lanjut agar dapat diteruskan kepada instansi terkait.
“Begitu ada laporan dari masyarakat, kami langsung menginventarisasi minyak yang akan dikembalikan. Data itu sudah kami laporkan ke pihak kecamatan. Informasinya nanti akan ada penggantian,” ujarnya.
Sambil menunggu proses penggantian, Sholikhin mengimbau warga yang masih menyimpan minyak goreng bantuan tersebut agar tidak menggunakannya terlebih dahulu demi menghindari risiko apabila produk tersebut memang tidak layak dikonsumsi.
“Masyarakat tidak usah membesar-besarkan masalah ini. Sudah kami laporkan. Rencananya akan diganti. Yang sudah dibuka jangan dipakai dulu, takutnya memang tidak layak untuk kesehatan,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

