Libur Sekolah, Puluhan Anak Ikuti Khitan Massal di Pendopo Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bersama Sentra Margo Laras Pati dan Klinik Keluarga Sehat Jepara menggelar khitan massal gratis di Pendopo Jepara, Rabu (1/7/2026).

Sebanyak 50 anak dari keluarga kurang mampu, termasuk siswa Sekolah Rakyat, tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pelaksanaan khitan massal juga bertepatan dengan masa libur sekolah.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara, Moh. Ali, mengatakan khitan massal diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

-Advertisement-

“Hari ini ada 50 anak yang mengikuti kegiatan khitan massal gratis. Memang kami prioritaskan untuk keluarga kurang mampu dan seluruh pelaksanaannya gratis,” kata Ali saat ditemui usai meninjau pelaksanaan khitan massal di Pendopo Jepara.

Di lokasi, dua karakter superhero, Superman dan Spiderman, turut mendampingi petugas selama proses khitan berlangsung. Kehadiran mereka menghibur anak-anak agar lebih tenang dan tidak merasa takut.

“Panitia sengaja menghadirkan Superman dan Spiderman untuk mengurangi rasa takut anak-anak saat khitan. Harapannya, mereka bisa lebih tenang dan nyaman,” ujar Moh. Ali.

Baca juga : 850 Pengukir Jepara Kini Terlindungi, Kartu Mebel Beri Akses BPJS hingga Bantuan Pendidikan

Moh. Ali menambahkan, kuota peserta kegiatan tersebut sebenarnya tidak dibatasi. Setelah kegiatan selesai, apabila masih ada anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan layanan khitan gratis, pihaknya siap memfasilitasi.

“Tenaga layanan kesehatan kami siap memfasilitasi jika masih ada anak-anak yang ingin mengikuti khitan gratis. Nanti bisa disampaikan melalui pendamping PKH di masing-masing desa,” katanya.

Sementara itu, Nor Hayati (51), warga Desa Reguklampitan, Kecamatan Batealit, yang mendampingi anaknya mengikuti khitan massal mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.

Anaknya, Ahmad Ibrahim (11), yang akan naik ke kelas 6 SD, sebenarnya sudah meminta untuk dikhitan sejak masih duduk di bangku TK.

“Tapi waktu itu kondisinya belum memungkinkan. Akhirnya baru terwujud sekarang. Senang karena program ini sangat membantu warga,” katanya.

Hal serupa juga dirasakan Siti Muqoyyah (44), warga Desa Platar, Kecamatan Tahunan. Ia mendampingi dua anak kembarnya mengikuti khitan massal.

Kedua anaknya, Erwin dan Arwin (12), yang akan naik ke kelas 6 SD, juga sudah lama meminta untuk dikhitan, yakni sejak duduk di bangku kelas 4 SD.

Sama seperti Nor Hayati, Muqoyyah saat itu belum bisa mewujudkan keinginan kedua anaknya. Hingga akhirnya, mereka dapat mengikuti program khitan gratis tersebut.

“Ini memang keinginan anak-anak sendiri. Sudah minta sejak lama, cuma waktu itu keadaannya belum memungkinkan. Alhamdulillah sekarang ada program khitan massal gratis,” katanya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER