BETANEWS.ID, JEPARA – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Jepara menemukan oknum nelayan yang memalsukan dokumen pengajuan BBM subsidi.
Kepala Diskan Jepara, Muh. Tahsin, mengatakan temuan itu berawal dari admin aplikasi Nelayan Indonesia Jaya (NINJA) yang mengidentifikasi adanya dokumen Pas Kecil palsu atau hasil editan pada 14 kapal milik tujuh pemilik kapal pada 11 Juni 2026.
“Salah satu pemilik akun sudah kami mintai klarifikasi dan mengakui bahwa dokumen yang diajukan merupakan hasil editan,” kata Muh. Tahsin, Rabu (1/7/2026).
Proses klarifikasi tersebut dilakukan pada 26 Juni 2026. Muh. Tahsin mengatakan, pemilik akun yang bersangkutan telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Karena itu, Muh. Tahsin memperingatkan seluruh pelaku usaha perikanan agar menjaga integritas dalam pelaporan data.
“Jangan bermain dengan hal-hal yang bersifat krusial, terutama terkait BBM subsidi,” tegasnya.
Sebagai upaya mencegah kejadian serupa terulang, Diskan Jepara bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jepara menggelar rapat integrasi aplikasi NINJA dengan aplikasi E-Pas Kecil milik Kementerian Perhubungan secara daring di Ruang Rapat Asisten II Sekda Jepara.
Baca juga : Pembangunan Gerai KDKMP di Jepara Sudah Sasar 83 Titik
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat validitas data kapal nelayan sekaligus mempercepat proses verifikasi subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Secara teknis, aplikasi NINJA yang saat ini sedang diintegrasikan oleh Diskominfo Jepara akan terhubung langsung dengan basis data E-Pas Kecil milik Kementerian Perhubungan untuk proses pemadanan data kapal.
E-Pas Kecil merupakan kartu digital resmi yang berfungsi sebagai Surat Tanda Kebangsaan Kapal bagi kapal di bawah 7 Gross Tonnage (GT) dan menjadi identitas resmi atau “KTP” bagi kapal.
Melalui sinkronisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jepara menargetkan proses verifikasi Surat Rekomendasi Subsidi BBM dapat diselesaikan lebih cepat dan lebih akurat.
Selain itu, integrasi sistem ini bertujuan mencegah pemalsuan data Pas Kecil kapal sehingga penyaluran subsidi BBM dapat tepat sasaran.
Editor: Kholistiono

