BETANEWS.ID, KUDUS – Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, menjadi sorotan karena lokasinya berdekatan dengan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo. Menyikapi hal tersebut, Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kudus meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kajian ulang terhadap keberadaan dapur tersebut.
Dapur SPPG yang menyiapkan dan mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis itu diketahui berjarak sekitar 500 meter dari TPA Tanjungrejo. Lokasi yang relatif dekat dengan kawasan pengelolaan sampah tersebut memunculkan kekhawatiran terkait aspek kebersihan dan keamanan pangan.
Ketua Satgas MBG Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, mengatakan pihaknya telah menyampaikan temuan tersebut kepada Badan Gizi Nasional. Bahkan, Satgas MBG Kudus juga telah melayangkan surat resmi untuk meminta evaluasi terhadap lokasi dapur.
Menurut Bellinda, keputusan mengenai kelanjutan operasional dapur tersebut sepenuhnya berada di tangan Badan Gizi Nasional. Namun, dari sisi satgas, lokasi dapur perlu dikaji kembali untuk memastikan seluruh standar yang dipersyaratkan telah terpenuhi.
“Kami sudah menyampaikan kepada BGN dan meminta dilakukan kajian ulang terhadap lokasi dapur tersebut,” ujar Bellinda di Pendopo Kudus belum lama ini.
Ia menegaskan program Makan Bergizi Gratis harus mengedepankan aspek keamanan pangan dan kebersihan lingkungan. Karena itu, seluruh fasilitas pendukung program wajib memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Baca juga : Menu MBG Kudus Bakal Distandarkan, Satgas Pastikan Gizi Anak Tak Sekadar Kenyang
“Apabila hasil kajian menunjukkan lokasi tersebut tidak ideal, maka opsi pemindahan dapur dapat menjadi pertimbangan. Langkah tersebut dinilai penting agar kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat tetap terjaga,” tegasnya.
SPPG di Rejosari sendiri dikabarkan telah beroperasi selama kurang lebih enam bulan. Selama ini, dapur tersebut melayani penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat program MBG di wilayah sekitarnya.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari Badan Gizi Nasional terkait hasil evaluasi lokasi dapur tersebut. Satgas MBG Kudus masih menunggu tindak lanjut dan kajian dari pihak yang berwenang.
Bellinda berharap proses evaluasi dapat segera dilakukan agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Selain itu, hasil kajian juga diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai kelayakan operasional dapur SPPG yang berada di dekat TPA Tanjungrejo.
Editor: Kholistiono

