BETANEWS.ID, KUDUS – Penantian panjang warga Desa Tanjungrejo akhirnya mulai terwujud. Jembatan yang selama ini diidam-idamkan masyarakat selama sekitar 20 tahun kini mulai dibangun melalui Program Jembatan Garuda dari Pemerintah Pusat.
Komandan Kodim 0722/Kudus, Letkol Arh. Yuusufa Allan Andriasie, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto untuk mendukung akses infrastruktur di wilayah pedesaan.
“Alhamdulillah, ini merupakan program Bapak Presiden Prabowo Subianto. Masyarakat di sana, yakni Desa Tanjungrejo, sangat senang karena sudah sekitar 20 tahun mereka menginginkan jembatan tersebut dan sekarang bisa mulai dibangun,” katanya saat ditemui di Markas Kodim 0722/Kudus, Jumat (5/6/2026) sore.
Menurutnya, keberadaan jembatan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama untuk menghubungkan permukiman dengan lahan pertanian yang selama ini sulit dijangkau. Selain memudahkan mobilitas warga, jembatan juga akan memperlancar aktivitas pelajar serta mempercepat distribusi hasil pertanian.
“Harapannya, sarana transportasi masyarakat menjadi lebih baik, anak-anak sekolah lebih mudah beraktivitas, dan petani dapat mengangkut hasil panennya dengan lebih cepat sehingga produktivitas dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu satu hingga dua bulan, bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Baca juga : Gelar Aksi Resik Kali Gelis, Rektor UMK: Sungai Adalah Nadi Peradaban yang Harus Dijaga Bersama
Dalam pelaksanaannya, Kodim 0722/Kudus melibatkan personel TNI bersama warga desa dalam proses pengerjaan. Setiap hari sekitar 20 hingga 30 orang terlibat dalam pembangunan, terdiri atas tujuh hingga sepuluh personel TNI dan masyarakat setempat yang bekerja secara gotong royong.
“Selain mewujudkan pembangunan fisik jembatan, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara TNI, masyarakat, dan pemerintah desa,” jelasnya.
Jembatan di Desa Tanjungrejo memiliki panjang sekitar 14 meter dengan lebar 3,5 meter. Selama ini warga harus memutar cukup jauh untuk menuju lahan pertanian di seberang sungai. Sebagian warga juga terpaksa melintasi sungai yang meski relatif dangkal, namun memiliki arus cukup deras dan berisiko membahayakan keselamatan.
“Dengan adanya jembatan ini, akses menjadi lebih aman dan waktu tempuh jauh lebih singkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, berdasarkan cerita warga, kawasan di seberang sungai tersebut dulunya merupakan lokasi permukiman masyarakat sebelum akhirnya berpindah ke sisi lain sungai. Karena itu, jembatan baru ini juga menjadi penghubung penting antara sejarah dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Hingga saat ini, program pembangunan jembatan serupa di Kabupaten Kudus telah menyelesaikan dua titik, yakni di Pedawang dan Ngembalrejo. Sementara itu, dua titik lainnya masih dalam tahap pengerjaan, yaitu di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, dan Desa Lau, Kecamatan Dawe.
“Kami masih mengusulkan titik-titik lainnya dan menunggu persetujuan dari pimpinan. Saat ini total ada empat lokasi yang masuk program, dua sudah selesai dan dua masih dalam proses pembangunan,” terangnya.
Editor: Kholistiono

