BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam rangka menyambut perayaan Dies Natalis UMK ke-46 serta memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar kegiatan Resik-resik Kali Gelis (Rilis) sepanjang 500 meter di Desa Demaan dan Demangan, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Forkopimda Kudus, mahasiswa UMK, hingga masyarakat.
Rektor UMK, Prof. Darsono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan program yang untuk kedua kalinya digelar atas inisiatif mahasiswa, baik BEM UMK maupun organisasi kemahasiswaan (ormawa). Ia berharap aksi tersebut tidak hanya dilaksanakan tahun ini, tetapi dapat berkelanjutan pada masa mendatang.
Terkait Sungai Gelis yang menjadi sasaran kegiatan, ia mengatakan bahwa sungai tersebut merupakan sungai yang memiliki nilai historis dan penting bagi Kabupaten Kudus. Karena itu, aksi bersih-bersih dilakukan untuk membantu mengurangi risiko banjir, terutama di Kota Kretek.
“Karena alam kita akan terus semakin rusak, maka kita harus senantiasa berikhtiar menghindari hal buruk,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya membersihkan sampah di sungai, tetapi juga menargetkan pembersihan sedimentasi yang telah mengendap. Pembersihan dilakukan sepanjang 500 meter dengan melibatkan sekitar 350 orang.
Baca juga : Sungai di Karangampel Kudus Tercemar Limbah, Diduga dari Mobil Sedot WC
“Pembersihan sedimentasi ini mendapat bantuan dari BBWS Pemali Juana yang menurunkan ekskavator untuk mengeruk sedimentasi tanah yang terjadi di sungai. Terima kasih kepada BBWS atas jalinan komunikasi yang baik. Semua ini semata-mata didedikasikan untuk kelestarian alam di Kudus,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa sungai merupakan nadi peradaban. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Sungai kita saat ini sedang sakit dan membutuhkan uluran tangan kita untuk memperbaikinya. Maka ayo bersama-sama, seperti yang sudah kita mulai selama dua tahun terakhir ini. Mari masyarakat berguyub dan bergotong royong memperbaiki sungai yang ada di sekitar kita agar ancaman banjir setiap tahun bisa kita hindari,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BEM UMK, Nurrohmah Tanaya Kusuma Dewi, menambahkan bahwa aksi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga diharapkan menjadi tradisi mahasiswa UMK.
“Karena kebersihan sungai juga menjadi tanggung jawab kita bersama. Di sini kami menggandeng Forkopimda Kudus, elemen masyarakat, TNI, dan Polri dengan harapan masyarakat semakin peduli dan peka terhadap lingkungan. Karena kalau bukan dari kita sendiri, siapa lagi yang akan bertanggung jawab?” imbuhnya.
Editor: Kholistiono.

