BETANEWS.ID, KUDUS – Perbaikan Jalan Lingkar Timur Kudus sepanjang 14 kilometer terus dikebut pemerintah. Ruas jalan nasional yang selama ini dikeluhkan warga karena rusak parah dan kerap memicu kecelakaan itu ditargetkan selesai pada Juli 2026.
Proyek perbaikan jalan tersebut dikerjakan secara multiyears dengan total anggaran mencapai Rp90 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penanganan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Harry Wibowo, mengatakan pekerjaan perbaikan Jalan Lingkar Timur telah dimulai sejak Desember 2025. Ruas yang menjadi prioritas penanganan berada di sepanjang Terminal Jati hingga Traffic Light Ngembalrejo, Kecamatan Bae.
Menurutnya, proyek tersebut langsung ditangani Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kementerian Pekerjaan Umum. Total panjang jalan yang diperbaiki mencapai sekitar 14 kilometer.
“Ini merupakan lanjutan perbaikan jalan lingkar dari tahun sebelumnya. Untuk wilayah Kudus ditargetkan selesai pada Juli nanti,” ujarnya belum lama ini.
Harry menjelaskan, perbaikan jalan dilakukan menggunakan konstruksi beton pada titik-titik dengan tingkat kerusakan berat. Langkah itu diambil agar kondisi jalan lebih kuat menahan beban kendaraan besar yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Baca juga : Markas Persiku Segera Dilelang, Nilai Limit Hampir Rp1 Miliar
“Selain menjadi jalur utama mobilitas masyarakat, Jalan Lingkar Timur juga merupakan akses penting distribusi barang dan aktivitas perekonomian. Salah satu titik kerusakan terparah sebelumnya berada di kawasan Pasar Hewan Kudus, Kecamatan Mejobo,” bebernya.
Ia menyebut pemerintah pusat akhirnya menyetujui usulan perbaikan dengan mendahulukan sejumlah titik prioritas, di antaranya kawasan Proliman Tanjung, Terminal Jati, Perempatan Mejobo, hingga Traffic Light Ngembalrejo.
“Nantinya perbaikan ini juga akan tersambung sampai wilayah Pati dan Rembang karena termasuk proyek nasional,” katanya.
Perbaikan jalan dilakukan dengan kombinasi metode betonisasi dan pengaspalan sesuai tingkat kerusakan di masing-masing ruas. Jika kerusakan dinilai berat, maka dilakukan pengecoran beton, sedangkan kerusakan ringan cukup ditangani dengan pengaspalan.
“Kami berharap proyek perbaikan Jalan Lingkar Timur dapat berjalan lancar hingga selesai tepat waktu. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, diharapkan arus lalu lintas semakin nyaman serta mampu mendukung kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” harapnya.
Editor: Kholistiono

