Pandemi Covid-19, Angka Kematian di Kudus Justru Menurun Drastis

BETANEWS.ID, KUDUS – Suasana sepi terlihat di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kudus, Jumat (15/5/2020). Seorang pria mengenakan baju berwarna putih dan membawa ransel hitam keluar dari sebuah ruangan. Dia tak lain adalah Sulistiyono (38), Administrator Data Base Dukcapil Kudus.

Sulis, begitu dia akrab disapa, berbagi informasi kepada betanews.id tentang data kematian yang ada di dinas tersebut. Sambil membuka laptop dari ranselnya, dia membuka data base angka kematian mulai tanggal 1 Januari 2020 hingga tanggal 15 Maret 2020.

“Dari data yang dimiliki Dukcapil, pada rentang waktu 1 Januari hingga 15 Maret 2020, angka kematian di Kudus ada 907 orang. Sedangkan data kematian mulai tanggal 16 Maret 2020 hingga 15 Mei 2020, jumlah yang meninggal ada 320 orang,” ungkapnya.

-Advertisement-

Baca juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19, Dukcapil Kudus Maksimalkan Layanan Online

Berdasarkan data tersebut, katanya, ada penurunan jumlah kematian pada rentang waktu Maret hingga Mei 2020. Dia mengaku tidak tahu secara detail faktor penurunannya. Yang jelas data menunjukan penurunan. Terlepas ada pandemi Covid-19 atau tidak, Sulis tidak tahu.

“Saya tidak tahu penyebab detailnya, saya cuma menerima data yang masuk. Pengaruh Covid-19 atau tidak, saya tidak mau berkomentar,” katanya sambil memasukan laptop ke dalam tas.

Sementara itu, Putut Winarno, Sekretaris Dukcapil Kudus menyampaikan, bahwa saat ini Dukcapil Kudus memang meniadakan layanan tatap muka. Semua layanan diarahkan melalui online. Sehingga, kemungkinan masih ada data kematian yang belum dilaporkan.

“Karena pandemi Covid-19 ini kan kami arahkan semua layanan untuk online. Jadi tidak hanya data kematian yang menurun, termasuk perekaman KTP pemula juga menurun,” jelas Sekretaris Dukcapil Kudus itu.

Baca juga : Di Kudus, KIA Bakal Jadi Syarat Pendaftaran PPDB

Dia juga menambahkan, ditiadakannya layanan tatap muka di Dukcapil Kudus belum ditentukan hingga kapan. Pihaknya masih menunggu intruksi dari pusat. Jika sudah diperbolehkan maka akan segera dibuka.

“Saat ini sudah kami siapkan SOP untuk layanan tatap muka. Tetapi kami masih belum membuka karena masih menunggunintruksi dari puasat,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER