BETANEWS.ID, JEPARA — Pembukaan jalur alternatif menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara melalui Desa Sumanding, Kecamatan Kembang saat ini terus dikebut.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan pengerjaan pembukaan badan jalan sebenarnya hampir selesai. Dari total panjang jalan yang akan dibuka sepanjang enam kilometer, hanya sekitar 500 meter yang belum selesai dikerjakan.
“Ini tinggal sekitar 400–500 meter. Kira-kira dua minggu lagi (jalan alternatif Sumanding-Tempur) sudah dibuka,” kata Wiwit saat ditemui di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Senin (27/4/2026).
Dengan lebar badan jalan mencapai empat meter, jalur alternatif tersebut nantinya bisa dilewati kendaraan roda empat.
“Iya, memang kita minta seperti itu, mobil atau kendaraan roda empat bisa lewat dan bisa simpangan,” ujarnya.
Untuk saat ini, badan jalan di jalur alternatif tersebut masih berupa material tanah, karena lokasinya berada di area milik Perhutani.
Sehingga, badan jalan di jalur alternatif tersebut nantinya akan dilakukan perkerasan.
Anggaran pengerjaan tersebut akan dialokasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026 dan APBD 2027.
“Perkerasan jalan, sebagian kita anggarkan di APBD Perubahan tahun ini sebesar Rp1,5 miliar dan sisanya di APBD 2027,” sebut Wiwit.
Terkait total anggaran yang dibutuhkan untuk perkerasan jalan tersebut, Wiwit mengatakan masih dalam proses penghitungan.
Tidak hanya membuka jalur alternatif Sumanding-Tempur, ia juga merencanakan membuka jalur alternatif dari Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara hingga ke Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.
“Nanti setelah ini, baru kita rencanakan untuk jalur alternatif Tempur-Rahtawu,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

