Manisnya Peluang dari Es Tung, Sajian Jadul yang Digemari Anak Muda

Kedai es tung yang berada di pinggir Perempatan Jalan Pasuruhan Lor, tepat di tengah area persawahan Kabupaten Kudus itu tampak menarik perhatian pembeli. Sejumlah pengendara sepeda motor atau mobil tampak datang silih berganti meramaikan lapak milik Yuliadi (34) itu.

Yuliadi di sela-sela kesinukannya, Yuliadi menjelaskan, bahwa Es Tung merupakan minuman legendaris yang makin langka ditemui, sehingga para pembeli ingin menikmati es tung dengan warna yang berbeda. Inspirasi itulah yang membuat Yuliadi untuk berinovasi menjadikan es tung dengan tampilan yang cantik karena toppingnya.

Menurutnya, es tung memiliki bentuk yang mirip dengan es krim. Bedanya, bahan utama es tung berasal dari santan kelapa, sedangkan es krim berbahan dasar susu sapi.

-Advertisement-

Baca juga: Cuma Rp5 Ribu, Lontong Tahu Napsiah Bertahan Puluhan Tahun

Untuk menarik minat pembeli dan selera anak muda, Yuliadi kemudian membuat berbagai variasi topping es tung yang lebih modern dan cocok di lidah.

“Toppingnya ada caramel, sandwich, boba, es podeng, dan rujak es tung. Tapi yang paling best seller biasanya es tung topping caramel. Untuk harganya, saya jual mulai dari Rp5 ribu,” beber Yuliadi.

Awalnya, Yuliadi hanyalah karyawan di percetakan, namun karena ia terinspirasi dari kakak iparnya. Akhirnya ia merintis usaha es tung jadul mulai tahun 2023 hingga memiliki dua lapak di Kudus.

“Saya terinspirasi dari kakak ipar saya sejak tahun 1980-an untuk menjual es tung. Tapi saya berinovasi agar es tung lebih menarik,” ujar warga asli Demaan Kudus itu saat ditemui benerapa waktu lalu.

Selaian terinspirasi oleh kakak ipar, Yuliadi juga mengaku ingin membuka lapangan kerja. Khususnya untuk mahasiswa yang masih kuliah, agar bisa belajar berwirausaha.

Baca juga: Laris Manis, Lentog Tanjung Bu Rina Ludes Setiap Hari

“Saya kerja di percetakan sebagai karyawan, tapi saya ingin membuka peluang kerja untuk orang lain. Akhirnya saya membuka usaha es tung ini, saya ingin membuka peluang kerja untuk anak-anak yang masih kuliah biar bisa dijadikan bekal untuk usaha,” tambahnya.

Kedai Yuliadi biasanya buka mulai pukul 09.00 hingga 19.00 WIB. Setiap hari, ia dapat menghabiskan sekitar 30 porsi es tung pada hari biasa. Sementara hari Minggu, biasanya bisa terjual hingga 200 porsi es tung di CFD.

Penulis: Hanifah Febria Dwiyanti, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER