Diuji Sepi Tiga Bulan, Lontong Tahu Napsiah Kini Ramai Pembeli

Sebuah warung bertuliskan Lontong Tahu Kulon Jembatan di Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tampak mulai ramai pembeli. Terlihat ada beberapa orang memesan lontong tahu, sedangkan sebagian lainnya tampak duduk di bangku untuk menunggu pesanan lontong tahu dihidangkan.

Di belakang gerobak, terlihat seorang wanita sedang sibuk menyajikan lontong tahu pesanan para pembeli. Satu perempuan sedang menyiapkan gorengan dan lelaki berkaus biru navy. Wanita itu bernama Napsiah (54), pemilik Lontong Tahu Kulon Jembatan.

Dintengah kesibukannya, Napsiah sudi bercerita kepada betanews.id tentang usahanya yang ia mulai sejak tahun 2000 itu. Ia menceritakan, usaha tersebut dibuka karena pekerjaan suami sebagai kuli pasir mengalami banyak rintangan. Akhirnya ia memutuskan untuk berjualan mie ayam.

-Advertisement-

Baca juga: Cuma Rp5 Ribu, Lontong Tahu Napsiah Bertahan Puluhan Tahun

“Sebelum ada lontong tahu, jualannya mie ayam saja. Itu pernah tiga bulan tidak ada pembeli sama sekali, tapi pada saat itu tetap buka terus. Ternyata ada orang yang jahil, semacam itu ada pembuangan bunga di depan warung, tapi tetap sabar karena Allah sendiri yang memberi rezeki,” terangnya.

Setelah bertahan tiga bulan sepi, Napsiah akhirnya menambahkan menu untuk melengkapi dagangannya. Satu di antara menu tersebut adalah lontong tahu yang saat ini menjadi andalan warung tersebut.

“Lontong tahu, tahu campur, mie ayam harganya Rp5 ribu. Minuman mulai teh tawar Rp1 ribu, es teh manis Rp2 ribu, es jahe, es jeruk, dan juga aneka gorengan,” katanya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, dirinya sudah memiliki banyak pelanggan dan dikenal karena harganya yang murah tapi dengan porsi besar. Dirinya juga tetap bekerja di pabrik namun masih mengembangkan usahanya bersama suami dengan menambah menu dan membuka usaha lagi untuk dijalankan putrinya.

Baca juga: Modal Rp50 Ribu, Warung Mbak Yuni Jadi Andalan Sarapan Warga Kudus

Napsiah berharap untuk kejadian-kejadian yang menimpa usaha dan pekerjaannya ia pasrahkan pada Allah, ia tetap menekuni itu selagi apa yang dijalankan benar.

“Harapannya ke depan semoga lancar, disukai semua orang, sukses dan berkah. Apa pun rintangannya tetap disyukuri,” tambahnya.

Chindy Saifani Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER