Azam Sport 1 Tawarkan Kualitas Unggul, Produk Tas Dilirik Instansi hingga Luar Pulau

BETANEWS.ID, KUDUS – Usaha tas rumahan milik Ahmad Sa’ad di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, tak lagi sekadar melayani pasar lokal. Lewat brand Azam Sport 1, produknya kini menjadi jujugan berbagai instansi hingga konsumen individu, bahkan menarik minat pembeli dari luar Jawa. Dengan kualitas yang terjaga, usaha ini mampu memproduksi beragam jenis tas sekaligus memenuhi pesanan dalam jumlah besar.

Untuk kualitas, tak diragukan lagi. Menggunakan bahan-bahan premium untuk menjaga kualiats produk, tas buatan penyandang disabilitas yang berusia 46 tahun itu beragam tas yang diproduksi banyak yang cocok.

Dalam beberapa waktu terakhir, Azam Sport 1 menerima sejumlah pesanan besar. Di antaranya tas pesanan dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebanyak 1.500 unit berupa goodie bag, pesanan dari RSUD dr Loekmonohadi Kudus sekitar 1.000 unit, serta tas pinggang dari Pertamina sebanyak 120 unit.

-Advertisement-

Selain pesanan instansi, Sa’ad juga menjual produknya secara online di marketplace. Ia menyediakan beragam jenis tas, mulai dari tas punggung, handbag, tas gunung, hingga tas Tamiya yang saat ini menjadi salah satu produk paling diminati.

Baca juga: Bisnis Sewa iPhone di Kudus Kian Laris, Banyak Disewa untuk Gaya dan Liburan

“Sekarang yang paling banyak dicari tas Tamiya sama tas olahraga,” bebernya saat ditemui di rumah produksinya, Rabu (1/4/2026).

Ia mengatakan, produknya dibanderol dengan harga yang cukup variatif, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp180 ribu, tergantung jenis dan bahan. Meski dinilai sedikit lebih tinggi dari harga pasaran, Sa’ad memastikan kualitas produknya lebih unggul.

“Kami pakai benang yang lebih besar supaya tas lebih kuat dan awet, jadi kualitasnya tidak mengecewakan bagi konsumen,” jelas bapak dua anak tersebut.

Dalam sebulan, ia mampu menjual lebih dari 50 tas. Jangkauan pemasarannya pun cukup luas, tidak hanya di wilayah Kudus dan sekitarnya seperti Pati, Jepara, dan Demak, tetapi juga hingga luar Jawa seperti Bali, Kalimantan, dan Sumatera.

Ia mengaku, ke depan dia berencana akan terus mengembangkan usahanya, sekaligus menyiapkan usaha lain sebagai penopang di masa tua. Sebab menurutnya, pekerjaan memproduksi tas sangat berat bagi dirinya yang mempunyai keterbatasan.

“Rencananya sih mau buat toko kelontong untuk masa tua nanti. Karena usaha ini agak berat, harus bekerja lebih ektra,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER