Di seberang Jalan Raya GOR Wergu Wetan, Kota Kudus, tampak seorang perempuan dengan ramah menyapa pelanggan yang membeli buket di tempatnya. Ia menyediakan aneka jenis buket fresh flower. Perempuan itu adalah Devi Elviana (24), owner Buket Kemayu.
Perempuan yang akrab disapa Devi itu menjelaskan, dirinya mulai mendirikan usaha buket bunga sejak 2024. Dia memilih bisnis tersebut karena banyak kalangan yang membutuhkan.
Menurutnya, tak hanya momen wisuda, hari-hari biasa juga banyak yang mencari buket sesekali untuk self reward atau untuk diberikan pada yang terkasih. Ia menjual berbagai macam varian bunga, ada sekitar 7 sampai 8 varian yang dijualnya.
Baca juga: Ramadan Bawa Berkah, Pesanan Produk Ecoprint Kudus Melejit hingga Tembus Pasar Malaysia
“Di sini saya menjual berbagai macam bunga, biasanya hingga 10 varian bunga yang ada di sini. Tetapi ini hanya ambil 8 varian saja, ada bunga lolipop, bunga krisan, bunga asoka, bunga matahari, dan varian lainnya. Untuk ketahanan bunganya untuk fresh flower ini bisa 3 hingga 4 hari,” tuturnya.
Biasanya, Devi memasarkan buket bunga melalui media sosial. Dari sejumlah akun media sosial Buket Kemayu, yang paling ramai mendapat pesanan yakni TikTok.
“Sebenarnya ramai tidaknya itu tergantung FYP TikTok, karena yang paling banyak menjangkau semua kalangan saat ini melalui TikTok. Kebanyakan orang tahu Buket Kemayu dari TikTok, sering update postingan juga hingga ramai saat ini,” terangnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Devi menjual buket fresh flower dan bunga mati. Ia menjual semuanya sama rata Rp10 ribu. Menurutnya, hal itu agar dapat menjangkau semua kalangan.
Baca juga: Pesanan Jajanan Keciput Meningkat Tajam, Tri Food Jaya Produksi Hingga 50 Kg per Hari
Ia mengaku, tidak hanya berjualan di depan Taman Krida saja, tapi juga di event CFD, GOR, Museum Kretek, dan Taman Ganesha. Devi tidak menentukan jadwal untuk setiap lokasi, karena lokasi dipilih sesuka hati.
“Biasanya saya jualan tergantung mood mangkalnya di mana, jadi harinya tidak menentu. Di rumah menerima pesanan, tapi tidak bisa request bunganya. Kadang kalau ada yang sudah request biasanya malah dibatalkan, akhirnya ada dampak sendiri apalagi untuk fresh flower,” imbuhnya.
Penulis: Chindy Saifani Mahasiswa Magang PBSI
Editor: Ahmad Rosyidi

