Jajanan Gapit dan Kerupuk Puli Buatan Warga Binaan Rutan Kudus Laris Jelang Lebaran

BETANEWS.ID, KUDUS – Produk olahan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kudus berupa kue gapit dan kerupuk puli laris manis menjelang Hari Raya Idulfitri. Tingginya permintaan membuat stok kedua produk unggulan tersebut ludes diborong pembeli.

Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kudus, Rifki Nabris mengatakan, kue gapit dan kerupuk puli menjadi produk yang paling diminati masyarakat dibandingkan hasil program ketahanan pangan yang sudah dijalankan sebelumnya. Bahkan jelang lebaran ini, kedua produk itu laku keras.

“Untuk ketahanan pangan di Rutan Kudus, kami punya beberapa program seperti peternakan ayam, pertanian ada hidroponik ada cabai, terong, hingga perikanan lele. Tapi yang paling banyak diminati masyarakat itu kue gapit dan kerupuk puli,” katanya saat ditemui di lokasi, Selasa (17/3/2026).

-Advertisement-

Menurutnya, pemasaran produk dilakukan dengan cara dititipkan di sejumlah stan pameran, salah satunya di Kantor Imigrasi Pati. Selain itu, pembelian juga datang dari pegawai maupun pengunjung yang datang langsung ke rutan.

“Biasanya kami titipkan di stand-stand, seperti di Kantor Imigrasi Pati. Selain itu, banyak juga permintaan dari pegawai dan pengunjung yang melihat langsung produk warga binaan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, produksi dilakukan setiap hari dengan melibatkan warga binaan yang telah memenuhi syarat, seperti telah menjalani sepertiga masa pidana dan berkelakuan baik. Mereka mendapatkan pelatihan dan pendampingan langsung dari petugas.

“Tujuannya agar setelah bebas nanti mereka punya keterampilan dan bisa mandiri di masyarakat. Sehingga setelah bebas dari penjara nanti mereka bisa langsung mendapat keterampilan,” tambahnya.

Baca juga: Pesanan Jajanan Keciput Meningkat Tajam, Tri Food Jaya Produksi Hingga 50 Kg per Hari

Dalam sehari, produksi kue gapit mencapai sekitar 5 kilogram. Namun menjelang Lebaran, permintaan meningkat tajam hingga stok cepat habis.

“Permintaan menjelang Lebaran sangat tinggi, bahkan sebelum akhir masa penjualan stok sudah habis. Sebulan kemarin kerupuk puli sekitar 30 bungkus dan gapit 35 bungkus,” ungkapnya.

Hasil penjualan produk tersebut digunakan untuk mendukung operasional kegiatan pembinaan, memberikan premi bagi warga binaan, serta disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Program ketahanan pangan di Rutan Kudus sendiri telah berjalan sejak lama sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Meski memiliki keterbatasan lahan, pihak rutan berupaya memaksimalkan potensi yang ada untuk berbagai kegiatan produktif.

Saat ini, terdapat delapan warga binaan yang terlibat langsung dalam program ketahanan pangan, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga pengolahan makanan.

“Dengan lahan terbatas, kami tetap berupaya maksimal. Alhamdulillah program ini berjalan dengan baik,” katanya.

Rutan Kudus saat ini dihuni sebanyak 204 orang, terdiri dari 162 narapidana dan 42 tahanan titipan dari kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan. Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan kasus pidana umum sebanyak 115 orang, diikuti kasus narkoba 44 orang, serta beberapa kasus lainnya seperti korupsi dan cukai.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER