BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus memprediksi kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026 akan meningkat sekitar 13 persen. Sejumlah langkah antisipasi pun disiapkan, terutama di lima destinasi unggulan yang diperkirakan menjadi tujuan favorit para pengunjung.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disbudpar Kudus, Teguh Riyanto menyebut, lima destinasi tersebut yakni Pijar Park, Bendungan Logung, Rahtawu, ARS Waterpark, kawasan wisata Colo, serta Mulia Wisata.
“Destinasi itu menjadi titik yang paling berpotensi mengalami lonjakan pengunjung saat libur Lebaran,” katanya saat dikonfirmasi belum lama ini.
Ia menegaskan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama, terutama bagi destinasi wisata berbasis air. Pengelola diminta memastikan standar operasional prosedur (SOP) diterapkan secara ketat.
“Karena bermain di air, SOP harus jelas. Penanganan kegawatdaruratan harus siap, termasuk petugas yang mengakomodir, pos pengamanan, sehingga jika terjadi kecelakaan bisa segera ditangani,” tegasnya.
Selain itu, pengelola destinasi wisata juga diminta berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, aparat keamanan, hingga masyarakat sekitar.
“Harus ada sinergi dengan petugas kesehatan, keamanan, dan lingkungan sekitar. Jangan sampai momen berkah Lebaran justru menimbulkan masalah,” tambahnya.
Baca juga: Malam Lebaran Harus Terang, Bupati Kudus Instruksikan Agar LPJU Menyala Maksimal
Sebagai upaya pesiapan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi persiapan libur Idulfitri 2026 yang melibatkan perangkat daerah, pengelola wisata, serta instansi terkait lainnya.
Dalam hasil rapat tersebut, sejumlah langkah strategis disepakati. Di antaranya peningkatan kesiapan destinasi wisata melalui pengecekan fasilitas umum seperti toilet, tempat ibadah, area parkir, hingga alat pemadam api ringan (APAR).
Selain itu, layanan kesehatan juga disiapkan dengan dukungan akses darurat melalui layanan 119. Dari sisi keamanan, pengelola diminta menempatkan petugas di titik rawan kepadatan serta aktif berkoordinasi dengan aparat.
Untuk mendukung kelancaran arus wisatawan, pengaturan lalu lintas menuju kawasan wisata juga akan dioptimalkan. Pelaku usaha diminta menyediakan kantong parkir tambahan, sementara Dinas Perhubungan akan memaksimalkan rambu lalu lintas dan penerangan jalan umum.
Di sisi lain, aparat gabungan juga disiagakan selama periode Lebaran. Polres Kudus akan menggelar Operasi Ketupat Candi selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan sejumlah pos pengamanan dan titik pengawasan di kawasan strategis.
Upaya mitigasi juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi kerawanan, mulai dari kepadatan pengunjung, kecelakaan wisata, hingga gangguan keamanan. BPBD Kudus pun menyiagakan petugas 24 jam yang dapat diakses melalui call center 112.
Dengan berbagai langkah tersebut, Disbudpar Kudus berharap libur Lebaran tahun ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh wisatawan.
Editor: Kholistiono

