BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berupaya mempercepat pembangunan jembatan di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, yang sebelumnya terkikis oleh aliran air sungai. Agar jembatan itu dapat dilewati, Pemkab Kudus menargetkan supaya jembatan bisa selesai sebelum Hari Raya Idulfitri.
Akses penghubung tersebut dinilai sangat vital bagi mobilitas warga, sehingga pengerjaannya dikebut dengan target empat hari sebelum lebaran.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, bahwa percepatan pembangunan akses jalan demi untuk memberikan layanan bagus agar masyarakat tidak lama mengalami kesulitan akses.
“Jembatan Menawan pekan depan sudah selesai. Saat ini masih proses pengerjaan dan target rampung H-4 Lebaran sudah bisa dilewati,” katanya saat dikonfirmasi di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (11/3/2026) sore.
Menurutnya, keberadaan jembatan sangat penting bagi mobilitas warga, khusunya warga yang setiap hari melintas dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Untuk itu pihaknya berharap agar cuaca mendukung demi kelancaran pengerjaan jembatan tersebut.
“Untuk progres pembangunan jembatan ini baru mencapai kurang lebih 70 persen,” ungkapnya.
Jembatan itu, terakhir dibangun pada 2016 silam. Infrastruktur mulai mengalami kerusakan serius pada 12 Januari 2026, setelah bagian penyangga jembatan tergerus derasnya arus sungai hingga akhirnya ambrol.
Baca juga: TMMD Sengkuyung Tahap 1 di Ngembal Kulon Rampung, Jalan Sepanjang 450 Meter Dibetonisasi
Putusnya akses sempat membuat aktivitas warga terganggu, terutama masyarakat di RW 4 Desa Menawan. Sebab, masyarakat di sana sangat bergantung pada jalur tersebut untuk mobilitas sehari-hari.
Sebagai solusi sementara, warga bersama aparat keamanan setempat berinisiatif membangun jembatan darurat menggunakan bambu pada 25 Januari 2026 lalu. Upaya gotong royong itu dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan meski dengan keterbatasan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kudus, Harry Wibowo menjelaskan, bahwa awalnya pembangunan jembatan direncanakan akan melibatkan TNI. Namun rencana tersebut berubah setelah ada instruksi untuk memprioritaskan pembangunan jembatan baru dengan konstruksi armco.
“Karena ada perintah untuk pembangunan jembatan model armco, akhirnya pelaksanaan pembangunan dikembalikan ke Pemkab Kudus,” jelasnya.
Pemerintah daerah sebelumnya juga telah mengajukan proposal bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembangunan jembatan tersebut bersama usulan perbaikan 15 jembatan lain di Kabupaten Kudus. Jika dilakukan pembangunan ulang secara menyeluruh, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Bahkan apabila menggunakan konstruksi baru sepenuhnya, biaya yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar Rp4 miliar. Namun karena kebutuhan masyarakat mendesak, Pemkab Kudus memilih melakukan penanganan cepat menggunakan dana perawatan rutin yang bersumber dari APBD dengan anggaran sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta.
Perbaikan dilakukan dengan metode penguatan konstruksi menggunakan batu yang disusun dan dilapisi campuran beton agar struktur jembatan lebih kokoh.
“Secara teknis, jembatan tersebut memiliki bentang sekitar delapan hingga 10 meter dengan lebar kurang lebih empat meter serta tinggi fondasi sekitar lima meter,” terangnya.
Editor: Kholistiono

