Kisah Ali, Merantau Sejak Kecil Hingga Jualan Bakso Goreng di Kudus

Siang itu, sebuah gerobak berwarna biru di depan SD 7 Gondosari, Kudus tampak ramai pembeli. Seorang pria mengenakan kaus biru tetlihat cekatan dan penuh semangat, ia menuangkan minyak, menggoreng basreng hingga matang, lalu di taburi saus kacang dan bakso goreng siap di sajikan.

Pria itu adalah Ali (35), warga Brebes yang merantau di Kudus. Ia mengaku, bahwa sejak usia muda telah terbiasa merantau. Ali sudah terbiasa pindah-pindah ke berbagai kota besar di Indonesia.

Dari pengalaman berpindah-pindah merantau inilah yang kemudian membawanya ke Kudus. Selama di Kudus, Ali tinggal di Desa Jurang dan ikut orang berbisnis jajanan jadul. 

-Advertisement-

Baca juga: Inovasi Resep Warisan Keluarga, Ulil Sukses Bisnis Es Cendol Tape Ketan

“Sejak lulus SD, saya sudah terbiasa hidup mandiri di luar kota. Selain ikut orang jualan bakso goreng jadul, saya juga pernah kerja di proyek bangunan,” ungkap Ali saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurut Ali, bakso goreng dagangannya memiliki cita rasa yang khas berkat perpaduan bumbu kacang, balado, dan jagung manis. Dengan harga yang sangat terjangkau, hanya Rp500 per tusuk, bakso goreng buatan Ali sangat diminati.

Setiap harinya, ia berkeliling dengan gerobak. Rute yang dilalui cukup panjang, mulai dari depan SD 7 Gondosari, hingga ke daerah Dawe.

“Biasanya saya mulai berjualan sekitar pukul 12.00 WIB. Kalau dagangan belum habis, saya terus keliling sampai sore,” jelasnya.

Meskipun bisnisnya berjalan lancar, Ali juga menghadapi beberapa tantangan. Cuaca menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penjualan.

Baca juga: Berkat Bumbu yang Khas, Bakso Bakar Akbar Tak Pernah Sepi Pembeli

“Kalau hujan, pasti sepi pembeli. Tapi saya tetap semangat,” ujarnya.

Penulis: Fiska Aditia, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER