80 Ribu Bibit Tanaman Disiapkan Atasi Lahan Kritis di Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA– Berdasarkan peta lahan kritis dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Pemali Jratun Tahun 2024 terdapat 8.769,3 hektare lahan kritis di Kabupaten Jepara.

Lahan kritis itu tersebar di delapan kecamatan. Yaitu Kecamatan Bangsri, Batealit, Donorojo, Keling, Kembang, Mayong, Nalumsari, dan Pakis Aji. Dengan rincian 6.686,90 hektnare masuk dalam kategori kritis dan sisanya, 2.082,35 hektare masuk dalam kategori sangat kritis.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Rini Patmini mengatakan, sebagai upaya mengatasi lahan kritis, pada tahun 2026 pihaknya menyiapkan 80 ribu bibit tanaman yang berasal dari Kebun Bibit DLH Jepara yang berada di Desa Krasak, Kecamatan Bangsri.

-Advertisement-

“Bibit itu nanti akan kita tanam tidak hanya di area lahan kritis, tapi juga daerah lahan peyangga Muria, daerah Pegunungan Muria, masyarakat terkadang juga ada yang meminta,” kata Rini pada Betanews.id.

Sebab, lahan yang masuk kategori kritis menurut Rini terdiri dari empat indikator. Yaitu tingkat kemiringan lahan, tutupan vegetasi, tingkat erosi, dan pola pemanfaatan lahan.

Baca juga: Tangani Persoalan Sampah, Bupati Jepara Siapkan Tiga Langkah Strategis

Dari 80 ribu bibit yang tersedia, Rini menghitung bibit itu bisa ditanam di lahan seluas sekitar 400 hektare. Dengan perhitungan, satu hektare lahan membutuhkan sebanyak 200 bibit tanaman.

Kemudian untuk sisa kekurangannya nanti, ia mengatakan pihaknya akan menggandeng Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Pati, Perhutani, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Balong, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara untuk penyedian bibit tanaman.

“Selain dengan penananam kembali, kita juga berupaya menyosialisasikan kepada masyarakat untuk membuat got buntu di daerah kemiringan,” jelasnya.

Kemudian untuk menggalakkan upaya penanaman, setiap tanggal 12 Desember akan diperingati sebagai Hari Jepara Menanam. Meskipun nantinya upaya penanaman tetap akan dilakukan di luar tanggal yang sudah ditetapkan.

“Nanti habis Lebaran kita ada kegiatan penanaman di daerah lereng Muria di Desa Sumosari, Kecamatan Batelait. Sesuai arahan Pak Bupati, meskipun sudah dicanangkan 12.12 sebagai hari menanam, penanaman akan terus kita upayakan diluar tangal itu,” pungkasnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER