BETANEWS.ID, JEPARA– Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pati yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah terus mengebut pemeliharaan ruas jalan Jepara-Keling sebagai persiapan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Sub Koordinator Jalan dan Jembatan, BPJ Wilayah Pati, Suparjo mengatakan, total terdapat lima ruas jalan provinsi yang berada di Kabupaten Jepara. Yakni, Ruas Jalan Kaliwungu-Kalinyamatan, Jalan Lingkar Jepara, Jepara-Kedungmalang-Pecangaan, Jepara-Keling, dan Jalan Lingkar Cumbling.
Dari lima ruas jalan tersebut, ruas Jalan Jepara-Keling tepatnya di ruas Sekuro-Bangsri, Kecamatan Mlonggo menjadi titik yang kerusakannya cukup parah.
“Menjelang lebaran ini kita kebut untuk pemeliharaan rutin. Fokus pengerjaan saat ini di ruas Sekuro-Bangsri, sebelumnya di sana sudah kita kerjakan tapi masih timbul kerusakan,” kata Suparjo kepada Betanews.id melalui sambungan telepon, Kamis (26/2/2026).
Pemeliharaan Jalan saat ini, menurut Parjo difokuskan untuk pemeliharaan badan jalan berupa penambalan lubang. Sebab di beberapa tempat, banyak ruas jalan yang kondisinya berlubang.
Penambalan lubang jalan itu, menggunakan bahan agregat untuk menutup lubang agar tidak membahayakan pengendara. Kemudian setelah lubang tertutup nantinya akan diaspal.
Berdasarkan laporan data dari DPUBMCK Provinsi Jawa Tengah, hingga per tanggal 25 Februari 2026, jumlah lubang jalan yang berada di Ruas Jepara-Keling sebanyak 400 lubang.
Jumlah itu sudah berkurang dari laporan sebelumnya per tanggal 15 Januari 2026 sebanyak 640 lubang jalan. Total terdapat tujuh pekerja yang dikerahkan untuk melakukan pemeliharaan jalan di ruas Jalan Jepara-Keling.
Pemeliharaan jalan itu bertujuan untuk menjaga kondisi jalan agar bisa dilalui kendaraan sehingga arus perpindahan barang dan jasa bisa berjalan lancar. Dampaknya diharapkan bisa menjaga pertumbuhan ekonomi.
“Target kami lebaran bisa melayani arus lebaran dengan lancar,” ucapnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, sebelumnya juga menyampaikan, bahwa Pemerintah Provinsi Jateng berkomitmen menuntaskan ribuan titik lubang di jalan provinsi sebelum arus mudik dan balik Lebaran. Langkah itu sebagai prioritas demi keselamatan pengguna jalan sekaligus penguatan konektivitas ekonomi daerah.
Ahmad Luthfi menjelaskan, total panjang jalan provinsi di Jawa Tengah mencapai sekitar 2.362 kilometer. Berdasarkan pendataan terbaru, terdapat 4.870 titik lubang yang kini menjadi prioritas penanganan.
“Target kami menjelang arus mudik dan balik, lubang-lubang tersebut sudah tertutup dan jalan dalam kondisi mantap. Ini menjadi komitmen kami demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Menurut dia, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan tidak semata proyek fisik, melainkan menyangkut aspek keselamatan dan perputaran ekonomi masyarakat.
“Pertama untuk keselamatan berlalu lintas. Kedua, mendukung pergerakan ekonomi karena konektivitas jalan memperlancar distribusi barang dan jasa. Ketiga, mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru,” jelasnya.
Editor: Kholistiono

