31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Kisah Fatimah, Nekat Keluar Kerja dan Buka Usaha Usai Suami Kena PHK

Di usia 53 tahun, Fatimah yang akrab disapa Bu Fat, memulai babak baru dalam hidupnya. Setelah sang suami terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tahun 2024, ia tak ingin berdiam diri.

Dari dapur rumahnya di Desa Pedawang, lahirlah usaha kuliner Nasi Kuning dan Nasi Kebuli Bu Fat. Usaha yang baru berjalan sekitar benerpa bulan itu, kini menjadi tumpuan harapan baru bagi keluarganya.

Sebelum membuka warung sendiri, Bu Fat sempat bekerja membantu orang berjualan bubur. Dan dari sanalah ia belajar sekaligus menangkap peluang usaha.

-Advertisement-

Baca juga: Laris Manis, Cireng Kuah Creamy di Tayu Ini Ludes Setiap Hari

“Kemarin sebelum buka usaha ini saya sempat kerja di tempat orang jualan bubur. Kebetulan di samping warung itu ada yang jualan nasi kuning,” tuturnya.

Kesempatan datang ketika ada yang menawarkan lokasi untuk berjualan. Tanpa ragu, Bu Fat langsung memutuskan membuka usaha nasi kuning. Tak berhenti di situ, atas saran sang anak, ia menambah menu yang jarang ditemui di sekitar rumahnya, yaitu nasi kebuli.

“Kalau yang kebuli itu karena perintah anak saya. Katanya nasi kebuli jarang yang jualan, jadi saya coba sekalian menawarkan,” jelasnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Keputusan itu menjadi pembeda. Jika nasi kuning sudah biasa ditemukan sebagai menu sarapan, nasi kebuli dengan aroma rempah khasnya memberi pilihan rasa yang berbeda bagi pelanggan.

Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong. Nasi kuning dijual Rp6.000 per porsi, lengkap dengan mie, kering tempe, telur, dan sambal. Sementara nasi kebuli dibanderol Rp10.000 per porsi, dengan lauk serupa namun ditambah ayam yang memperkaya cita rasa rempahnya.

Baca juga: Dari Hobi Jajan, Nadia Kini Sukses Dagang Sempolan di Gor Kudus

Setiap pagi, Bu Fat memasak sekitar 3 kilogram nasi kuning dan 1 kilogram nasi kebuli. Warungnya buka sejak pukul 05.30 WIB dan tutup ketika dagangan habis.

“Biasanya sebelum siang sudah habis. Alhamdulillah peminatnya banyak,” tambahnya.

Penulis: Luthfia Himma Soraya, Mahasiswa PPL PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER