BETANEWS.ID,KUDUS– Sebuah rumah tua di tengah pemukiman padat penduduk, milik Kartini di Kelurahan Mlati Lor RT 4 RW 1, Kecamatan/Kabupaten Kudus terjadi kebakaran, Jumat (13/2/2026) malam. Kobaran api diketahui terjadi sekitar pukul 18.55 WIB dan membuat seluruh bagian rumah ludes dilalap si jago merah.
Rumah yang sebagian besar berbahan kayu itu membuat si jago merah cepat membesar dan merembet ke seluruh bagian bangunan rumah. Warga sekitar tampak panik mengingat lokasi kebakaran berada di lingkungan yang berhimpitan dengan bangunan rumah lainnya.
Komandan Regu (Danru) Damkar Satpol-PP Kabupaten Kudus, Sutrimo menyampaikan, adanya kejadian tersebut pihaknya langsung menerjunkan enam armada mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Api berhasil dipadamkan dan didinginkan berkat sejumlah mobil damkar dikerahkan.
“Api cepat membesar dan merembet ke sisi bagian lain karena bangunan mayoritas berbahan kayu. Sehingga kami berupaya melakukan pemadaman supaya api tidak sampai merembet ke rumah warga lainnya,” bebernya.
Ia menyebut, kejadian kebakaran terjadi diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Petugas hingga beberapa jam melakukan pemadaman sampai api benar-benar mati.
Sutrimo mengaku, awal tiba di lokasi kejadian, arus listrik pada bangunan yang mengalami kebakaran masih menyala. Sehingga hal itu tak dapat langsung dilakukan penanganan dan hal itu sempat membuat petugas mengalami kendala.
“Tadi kami menunggu pemadangan arus listrik terlebih dahulu, demi mewaspadai kejadian yang tak diinginkan. Setelah listrik diputus, kami baru bisa melakukan pemadaman api secara lebih maksimal,” ujarnya.
Api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke lokasi lain, mengingat kejadian berada di tengah pemukiman padat penduduk. Beruntungnya, dalam kejadian itu tak ada korban jiwa, namun kerujian ditaksir mencapai kurang lebih Rp100 juta.
Sementara itu, penjaga rumah, Muchtar mengaku, mengetahui kejadian tersebut ketika mendengar teriakan warga. Menurutnya, saat itu dia berada di pos jaga sebelah selatan lokasi.
“Saya tahu ketika ada warga yang teriak kebakaran. Kemudian saya langsung lari karena membawa kunci rumah. Setelah membuka pintu api ternyata sudah besar,” terangnya.
Ia menambahkan, bahwa rumah tersebut sudah tidak ditempati oleh pemiliknya dan saat ini rumah digunakan sebagai gudang penyimpanan, barang-barang konveksi. Api pertama kali terlihat dari bagian atas atau atap rumah sebelum akhirnya menjalar dan menghanguskan seluruh bangunan rumah.
Editor : Kholistiono

