31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Banjir Putuskan Akses Ratusan Warga Klumpit Pati, Polisi Turun Tangan Bangun Jembatan Baru

BETANEWS.ID,PATI – Warga Dukuh Mbongkar, Desa Klumpit, Kecamatan Tlogowungu, Pati, kini semrigah kembali. Setelah sempat terisolir karena jembatan yang digunakan untuk akses utama putus diterjang banjir, kini mereka mendapat harapan baru. Harapan itu muncul setelah Polresta Pati membuatkan jembatan baru.

Jembatan itu putus setelah diterjang banjir pada Minggu (4/1/2026) lalu. Akibatnya, warga harus menerjang sungai untuk membawa sejumlah kebutuhan pokok. Alternatif lainnya, warga harus memutar 20 kilometer hingga melewati Kecamatan Margoyoso untuk mencapai ke pusat desa.

Beruntung, Polresta Pati membantu dengan membuat jembatan baru yang dimulai dengan ground breaking pada Jumat (13/2/2026) kemarin. Selama proses pembangunan dilakukan, petugas kepolisian yang dibantu TNI dan warga sekitar juga membuat jembatan darurat dari bambu.

-Advertisement-

Baca juga: Percepatan Produksi Dokter Spesialis dan Sub Spesialis Dukung Program Speling Pemprov Jateng

Salah satu warga Desa Klumpit, Rukin menyebut, warga sempat terisolir karena jembatan yang menjadi akses utama itu putus. Warga terpaksa harus berjalan menerobos sungai atau memilih memutar dengan jarak yang begitu jauh.

“Akses jalan ini cukup penting kalau mau ke balai desa. Harus memutar hingga 20 kilometer tapi jauh karena harus memutar ke Kecamatan Margoyoso dulu atau kalau tidak lewat Desa Cabak kemudian Desa Tegalarum baru sampai ke balai desa,” ujarnya.

Alhasil, kondisi itu menyulitkan warga yang ingin mengirim hasil pertanian seperti kopi. Kesulitan juga dirasakan saat anak-anak hendak berangkat ke sekolah.

“Harusnya dekat kalau lewat jalan ini untuk membawa hasil panen tapi sekarang harus mengeluarkan biaya operasional yang lebih karena terpaksa memutar,” ungkapnya.

Kondisi serupa juga dirasakan oleh Bidan Desa Klumpit, Siti Muslimah. Dia juga terpaksa harus memutar saat hendak melaksanakan tugasnya memberi pendampingan kesehatan bagi masyarakat di Dukuh Mbongkar.

“Padahal kami memiliki berbagai progam Kesehatan seperti posyandu untuk balita, pendampingan ke ibu hamil maupun ke lansia. Di dukuh Mbongkar sendiri ada ibu hamil yang tentu perlu mendapatkan perhatian,” sebutnya.

Alhasil, Siti juga harus memutar melalui jalur lain. Dia sempat berjalan kaki untuk menyeberang sungai tapi sempat terjatuh.

“Maka kami bersyukur begitu tahu Polresta Pati membangun jembatan ini lagi. Karena memang penting bagi kami,” imbuhnya.

Kepala Desa Klumpit Agus Susanto menyebut, peristiwa ambrolnya jembatan itu terjadi pada Minggu (4/1/2026) lalu. Dia mengatakan saat banjir ada pohon tumbang yang terbawa arus.

“Akhirnya pohon itu berdampak ke jembatan. Saat ini ada 100 kepala keluarga (KK) yang terdampak dengan total sekitar 200 jiwa,” ucapnya.

Baca juga: Pemprov Jateng akan Gelar 308 Kali Gerakan Pangan Murah Hingga Maret 2026

Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan, perbaikan jembatan itu merupakan respon cepat terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Klumpit. Mereka ingin mengambil bagian dalam membantu pemerintah membangun fasilitas jembatan yang menghubungkan daerah tertinggal.

“Polresta Pati membangun jembatan Merah Putih Presisi ini sebagai tindak lanjut Presiden Prabowo,” imbuhnya.

Jaka menyebut, sebelumnya telah mensurvei kondisi putusnya jembatan yang menyebabkan satu dukuh terisolir tersebut. Dia berharap jembatan itu dapat diselesaikan selama tiga bulan ke depan.

“Kami berharap nantinya bisa segera rampung dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER