31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Jumlah Penderita Bertambah, Jepara Waspada Kasus Leptospirosis 

BETANEWS.ID,JEPARA– Jumlah pasien yang dinyatakan positif terinfeksi bakteri Leptospirosis di Kabupaten Jepara bertambah. 

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara per tanggal 7 Februari 2026, total terdapat 14 pasien yang terinfeksi bakteri tersebut. Dari jumlah itu, tiga pasien meninggal dunia. 

Sebagai antisipasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengeluarkan Surat Edaran (SE) kewaspadaan dini terkait potensi bahaya bakteri Leptospirosis. 

-Advertisement-

Baca juga : Bupati Jepara: “HPN Jadi Momentum Perkuat Sinergi Bangun Jepara”

Edaran itu tertuang dalam SE Nomor 100.3.4.2/5 tentang Kewaspadaan Potensi Kejadian Luas Biasa (KLB) Leptospirosis yang ditandatangi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar pada Selasa (10/2/2026).

Edaran itu ditujukan kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jepara dan Balai Kekarantinaan Kementerian Kesehatan RI. 

“Sehubungan dengan terjadinya bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Tempur, banjir di Kecamatan Keling, Welahan, Nalumsari, Tahunan, Kedung, serta meningkatnya curah hujan di hampir seluruh daerah di Jepara diperlukan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi Leptospirosis,” kata Sekda Jepara, Ary Bachtiar pada Selasa, (10/2/2026). 

Untuk itu, ia meminta kepada Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit dan Balai Kekarantinaan Kesehatan agar segera melapor dalam waktu kurang dari 24 jam di aplikasi Sitem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) apabila terdapat temuan kasus baru. Serta mewaspadai setiap kasus suspek (dugaan) Leptospirosis agar segera dilakukan pemeriksaan laboratorium penyakit virus Hanta. 

Terpisah, Kepala DKK Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko menjelaskan, penularan biasanya terjadi di genangan air atau banjir yang dilewati tikus dan terkena kencing tikus. 

Penderita bisa terinveksi bakteri saat melewati area banjir dengan luka terbuka dan tanpa pelindung. Biasanya, bakteri masuk melalui luka atau selaput lendir dan kemudian menginveksi tubuh manusia.

“Kasus ini pertama kali dilaporkan terjadi pada 12 Januari 2026. Jumlahnya bertambah, total sudah ada 14 pasien yang positif Leptospirosis,” sebut Hadi pada Betanews.id. 

Baca juga : Virus Leptospirosis Merebak, 3 Warga Jepara Dilaporkan Meninggal Dunia 

14 pasien yang dilaporkan positif Leptospirosis menjalani perawatan di RSUD RA Kartini Jepara, RSUD Kelet, dan RS Graha. 

Dengan banyaknya kasus ini, Hadi mengimbau kepada masyarakat agar selalu berperilaku hidup bersih dan sehat dengan menjaga lingkungan tempat tinggal dan saluran air.

”Saat banjir, hindari kontak dengan tanpa alat pelindung, gunakan selalu sepatu boots dan sarung tangan. Jangan lupa tutup luka,” pesannya. 

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER