BETANEWS.ID,KUDUS – Alokasi pupuk bersudsidi untuk Kabupaten Kudus pada tahun 2026 ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pada tahun ini, alokasi pupuk bersubsidi menjadi 22.587 ton, untuk berbagai jenis. Di antaranya, Urea, NPK, ZA, serta pupuk organik.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetyo menjelaskan, jumlah alokasi pupuk tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi penyaluran pupuk pada 2025, yakni sebesar 22.304,4 ton.
Baca juga : KDMP di Kudus Ini Segera Beroperasi, akan Ada Klinik dan Rest Area untuk 50 Bus
Menurutnya, penetapan alokasi pupuk bersubsidi di Kudus telah diresmikan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Dispertan Kudus Nomor 500.6.27.1/1883/2025. Katanya, masing-masing jenis pupuk juga telah ditetapkan peruntukannya.
“Jadi untuk pupuk yang diterima oleh petani di Kudus, Urea mendapat alokasi 10.500 ton, pupuk NPK 11.500 ton, pupuk ZA 359 ton, dan pupuk organik 228 ton,” katanya, belum lama ini.
Didik menuturkan, meski jumlahnya meningkat, namun alokasi tersebut belum bisa memenuhi 100 persen kebutuhan petani di Kudus yang tercatat dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Ia menyebut, sesuai RDKK di wilayah Kabupaten Kudus total ideal yang dibutuhkan mencapai 26.478,22 ton.
“Jadi usulan pupuk bersubsidi yang terinput di RDKK tahun 2026 sebesar 26,478,22 ton, sedangkan yang disetujui oleh Kementan (Kementerian Pertanian) hanya 22.587 ton. Nanti kekurangannya bisa diajukan lagi, karena setiap empat bulan ada evaluasi dan revisi RDKK,” jelasnya.
Baca juga : Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Dilarikan ke Rumah…
Ia menegaskan, bahwa di tahun-tahun sebelumnya, Kementan biasanya akan mengajukan tambahan alokasi anggaran di tengah perjalanan. Selain itu, pemerintah daerah memiliki strategi realokasi, di mana stok pupuk yang terserap di satu kecamatan atau kabupaten bisa dialihkan ke wilayah lain yang lebih membutuhkan.
Dia berharap, dengan alokasi pupuk bersubsidi di tahun ini yang dinilai cukup besar, petani di Kudus diimbau untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir akan kelangkaan pupuk di musim tanam tahun ini.
Editor : Kholistiono

