31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Stabilkan Harga, Bulog Distribusikan Ribuan Liter MinyaKita ke Pasar Tradisional di Pati

BETANEWS.ID, PATI — Badan Urusan Logistik (Bulog) menyalurkan MinyaKita ke pasar-pasar guna memastikan masyarakat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau. Penyaluran dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Pati, Jepara, Kudus, Rembang, dan Blora.

Bulog Kantor Cabang (KC) Pati menyiapkan sebanyak 500 ribu liter MinyaKita untuk didistribusikan ke seluruh kabupaten di wilayah eks-Karesidenan Pati. Ratusan ribu liter minyak goreng tersebut disalurkan secara bertahap setiap bulan ke pasar-pasar tradisional.

Baca Juga: 45 Desa di Pati Hingga Kini Masih Terendam Banjir

-Advertisement-

Pemimpin Bulog KC Pati, Meitha Nova Riany, mengatakan, distribusi MinyaKita menjadi upaya pemerintah dalam menstabilkan harga minyak goreng di tingkat konsumen. Harga MinyaKita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

“Kita menghijaukan pasar dengan MinyaKita dengan target 500.000 liter di eks-Karesidenan Pati untuk per bulan. Belum ada dua minggu sudah ada 100.000 liter MinyaKita kami salurkan ke pasar,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Menurut Meitha, distribusi ini juga bertujuan memudahkan masyarakat dalam menjangkau MinyaKita dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

‘Ini membuktikan, pemerintah hadir ke masyarakat agar bisa menjangkau MinyaKita. Artinya seluruh pasar akan ada MinyaKita biar nanti gimanapun mereka (konsumen) bisa beli minyak seharga yang bisa ditebus Rp15.700 per liter,” lanjutnya.

Dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, Bulog bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan telah menyalurkan sekitar 100 ribu liter MinyaKita di seluruh wilayah eks-Karesidenan Pati. Bulog menargetkan seluruh stok awal 2026 dapat tersalurkan pada pekan pertama Februari.

“Bulog, Satgas Pangan, dan Disdagperin terjun menyalurkan MinyaKita, semua kita libatkan karena harga minyak goreng tercatat di SP2KP harga di Bulog, semua diawasi Satgas Pangan. Target 500 ribu liter di minggu pertama Februari,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati turut mendukung langkah tersebut demi menjaga keterjangkauan harga minyak goreng di Bumi Mina Tani. Disdagperin mengapresiasi Bulog yang terjun langsung menyosialisasikan program pemerintah pusat sekaligus melakukan stabilisasi harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Harga minyak sebelumnya agak di atas HET. Dari dinas berterimakasih kepada Bulog, karena menjalankan program dari pemerintah pusat menyosialisasikann dan melakukan stabilisasi harga sesuai HET ke konsumen akhir,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdagperin Kabupaten Pati, Indyah Tri Astuti.

Disdagperin Kabupaten Pati menjelaskan bahwa MinyaKita dijual langsung kepada konsumen akhir agar masyarakat dapat merasakan harga minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga harga di tingkat daerah tetap stabil.

“Program ini kita membantu untuk bisa dirasakan langsung ke konsumen akhir sehingga harga bisa stabil,” ucap Indyah.

Baca Juga: Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis di Pati Mulai Diadili

Di sisi lain, pedagang merasakan dampak positif dari penyaluran MinyaKita. Salah satu pedagang sembako di Pasar Puri Baru, Hanik, mengaku penjualan minyak goreng menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Harga minyak goreng curah mahal, per kilogramnya lebih dari Rp18.000. Kalau di saya laku cukup banyak, sehari bisa 5 dus, kadang 10 dus,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER