BETANEWS.ID, PATI – Banjir yang yang menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Pati sudah mulai surut. Meski begitu, berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, masih ada 45 desa yang tergenang banjir.
Puluhan desa yang terdampak banjir tersebar di 7 kecamatan. Antara lain di Kecamatan Pati ada 4 desa yang terdampak, Juwana (8 desa), Kayen (5 desa), Jakenan (7 desa), Sukolilo (3 desa), Gabus (13 desa) dan Dukuhseti (5 desa).
Baca Juga: Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis di Pati Mulai Diadili
Dari puluhan desa itu, ada kurang lebih 2.921 rumah warga yang dihuni 3.988 KK atau sekitar 10.939 jiwa yang terdampak. Dari jumlah itu pula, ada sekitar 432 KK atau 1.060 jiwa yang mengungsi. Adapun untuk pengungsian tersebar di tempat umum dan di tempat saudara atau kerabat yang tidak terdampak banjir.
Tak hanya itu, lahan persawahan dan tambak juga masih ada yang terendam banjir. Yakni sekitar 3.825 hektare area persawahan dan kurang lebih 660,5 hektare untuk tambak.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, Martinus Budi Prasetyo menyebut, kondisi banjir di daerahnya mengalami penyusutan ketimbang beberapa hari sebelumnya. Salah satunya seperti di wilayah Juwana.
“Data terbaru ada penyusutan. Misalnya Juwana, Kedungpancing, Tluwah, Jepuro, Doropayung. Genangan tinggal di situ,” ujarnya.
Meskipun mengalami sedikit surut, Martinus menyebut banjir masih berpotensi bertambah. Mengingat, musim hujan diprediksi masih akan berlangsung sampai Februari.
Baca Juga: Hari Ini KPK Kembali Periksa 14 Orang Terkait Perkara Sudewo, 7 di Antaranya Kades di Jaken
“Masih ada (potensi kenaikan banjir). Selama tinggi muka air Silugonggo itu belum turun. Kemudian masih ada potensi hujan. Baik itu hujan di Muria maupun Kendeng,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, masih ada 50 desa di 7 kecamatan yang tergenang banjir. Antara lain yakni di Kecamatan Pati ada 7 desa yang terdampak, Juwana (9 desa), Kayen (5 desa), Jakenan (8 desa), Sukolilo (3 desa), Gabus (13 desa).
Editor: Haikal Rosyada

