31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

2.807 Hektare Sawah di Jepara Dipastikan Puso Gegara Banjir

BETANEWS.ID, JEPARA – Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Jepara pada dua minggu terakhir tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga area lahan sawah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir menyebut berdasarkan data per Senin, (19/1/2026) lahan sawah yang terendam banjir sebanyak 3.931 hektare terbagi di 14 kecamatan. 

Baca juga: Dana Desa Kudus Dipangkas Rp21 M, Pemdes Diminta Efisien dan Tetap Jalankan Program Prioritas

-Advertisement-

Dari total tersebut, hanya 3.861 hektare lahan sawah yang bisa terdata dan diketahui siapa pemilik lahan. Sedangkan sisanya, seluas 70 hektare tidak diketahui siapa pemilik lahan. Sebab rata-rata berada di daerah labirin sungai.

“Sawah terdampak banjir itu ada sekitar 3.800-an, kemudian yang sudah dinyatakan puso itu 2.807 hektare. Masih ada 1.054 hektare yang masih bisa terselamatkan,” kata Mudhofir saat ditemui di Kantor DKPP Kabupaten Jepara, Jumat (23/1/2026).  

Mudhofir melanjutkan sawah yang sudah dinyatakan puso, sebagian besar baru ditanami padi dengan usia tanam sekitar satu bulan. Saat ini bibit padi tersebut tidak bisa terselamatkan sehingga dipastikan gagal tumbuh. 

“Ada juga yang sebagian kecil itu siap panen, tapi kemudian tergenang banjir sehingga gagal panen,” jelasnya. 

Sawah yang dinyatakan puso itu, Mudhofir mengatakan tersebar di 13 kecamatan. Dengan area lahan sawah yang paling luas terdampak yaitu berada di Kecamatan Kalinyamatan dan Pecangaan.  

Di Kecamatan Kalinyamatan luas lahan yang dinyatakan puso seluas 742 Hektare dan di Kecamatan Pecangaan seluas 350 hektare. 

“Wilayah yang paling luas terdampak itu di Kecamatan Kalinyamatan dan Pecangaan, di Desa Batukali, Sendang (Kecamatan  Kalinyamatan), Gerdu, Karangrandu (Kecamatan Pecangaan),” sebutnya. 

Sebagai upaya penanganan, Mudhofir mengatakan saat ini pihaknya sedang mengajukan bantuan berupa bibit padi dan pupuk kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Baca juga: Dana Desa di Kudus Terpangkas Hingga Rp96 M, Per Desa Rata-rata Terima Rp300 Juta

Bantuan yang diajukan yaitu sekitar 70 ribu bibit padi untuk 2.807 hektare sawah yang dinyatakan puso. Dengan estimasi, satu hektare sawah membutuhkan bibit padi sebanyak 25 kg. 

“Harapan kita saat nanti sudah surut bisa ditanami lagi. Kita berupaya untuk bisa membantu bibit dan pupuk, ini sedang kita ajukan ke pemerintah provinsi (Jawa Tengah), seluas lahan yang dinyatakan puso,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER