Jalur Utama Terdampak Longsor, Pemkab Jepara Bakal Buka Jalur Alternatif ke Desa Tempur 

BETANEWS.ID, JEPARA – Jalur utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara sampai saat ini masih terputus total akibat tertutup material tanah longsor yang terjadi pada Jumat, (9/1/2026) lalu. 

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara terdapat 18 titik longsor besar yang menutupi ruas jalan kabupaten menuju Desa Tempur. 

Baca Juga: Gandeng Polda Jateng, Polres Jepara Selidiki Dampak Kimia Kebakaran Pabrik Busa 

-Advertisement-

Dari 18 titik, terdapat dua titik yang mengalami kerusakan cukup parah. Pertama, yaitu di jalan pertigaan spot foto selamat datang. Badan jalan sepanjang 60 meter hilang akibat terbawa arus Sungai Kali Gelis. 

Kedua, yaitu jembatan di Dukuh Kemiren RT 1 RW 1. Badan jalan jembatan itu saat ini tertutup material longsor berupa batu-batu besar yang berasal dari Sungai Dukuh Kemiren. Akibatnya arus sungai pindah ke sampingnya dan menggerus halaman rumah milik Sujak.

Badan jalan yang tertutup material longsor yaitu sepanjang 20 meter dan amblas sedalam enam meter. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar mengatakan penanganan saat ini akan difokuskan untuk membuat jalan darurat di pertigaan spot foto selamat datang yang badan jalannya hilang terbawa arus. Pengerjaan ditarget akan selesai dalam kurun waktu 2-3 minggu ke depan.  

Setelah pengerjaan jalan itu selesai, nantinya akan dilanjut dengan penanganan jembatan yang tertutup batu-batu besar. Sehingga, ruas jalan yang saat ini baru bisa dilewati kendaraan roda dua, bisa dilewati kendaraan roda empat. 

“Penanganan saat ini fokus pemulihan jalan dan jembatan. Supaya jalan bisa ditembus terutama untuk kendaraan roda empat,” kata Ary pada Betanews.id, Senin (19/1/2026). 

Selain mengupayakan perbaikan jalan dan jembatan, Ary mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara sudah melakukan MoU atau perjanjian dengan pihak Perhutani untuk membuka jalur alternatif.  

Ary menyebutkan jalur alternatif itu nantinya akan dilewatkan Desa Sumanding, Kecamatan Kembang hingga ke Dukuh Duplak, Desa Tempur melalui akses jalan milik Perhutani.  

Baca Juga: BNPB Bakal Bantu Pemulihan Paska Bencana Longsor di Tempur Jepara

“Terkait jalur alternatif kita sudah ada MoU dengan Perhutani nanti melalui Sumanding-Duplak. Harapannya, saat jalur utama ada kendala, masyarakat bisa lewat jalur alternatif agar tidak terisolir,” katanya. 

Jalur alternatif tersebut menurut Ary akan segera dibuka setelah persyaratan administratif dengan pihak Perhutani selesai dilakukan.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER