BETANEWS.ID, KUDUS – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mendatangi posko pengungsian di Gedung DPRD Kabupaten Kudus saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Kretek, Jumat (16/1/2025). Dalam kunjungan tersebut, ia menyapa ratusan pengungsi sekaligus menyalurkan berbagai bantuan.
Pada kesempatan itu, Suharyanto membuka ruang dialog dengan para pengungsi. Salah satu warga terdampak banjir, Sutarjo, mengusulkan agar Sungai Juana segera dinormalisasi agar wilayah tempat tinggalnya di Desa Karangrowo tidak lagi menjadi langganan banjir.
Baca Juga: Kades Jati Wetan Kudus: ‘Jika Tak Ada Kolam Retensi Ketinggian Banjir Bisa Lebih 2 Meter’
Menanggapi aspirasi tersebut, Suharyanto memastikan bahwa normalisasi Sungai Juana telah masuk dalam program kerja tahun 2026. Program tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
“Normalisasi Sungai Juana sudah masuk program kerja BBWS Pemali Juana tahun 2026, sehingga akan segera dilaksanakan,” ujar Suharyanto.
Ia menjelaskan, bencana banjir hampir setiap tahun terjadi di wilayah Jawa Tengah, meskipun lokasi terdampaknya berbeda-beda. Pada akhir tahun 2025 lalu, banjir besar sempat melanda kawasan Kaligawe, Kota Semarang, akibat curah hujan tinggi yang berlangsung selama sekitar 10 hari.
“Di tahun ini curah hujannya hampir sama, alhamdulillah Kaligawe tidak banjir. Artinya, penanganan pascabencana sebelumnya sudah menunjukkan hasil,” jelasnya.
Suharyanto menambahkan, saat ini Kabupaten Kudus menjadi salah satu wilayah yang masih terdampak banjir. Oleh karena itu, usulan masyarakat terkait normalisasi Sungai Juana menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
“Karena luasnya wilayah Indonesia dan perubahan daya dukung lingkungan, bencana memang tidak bisa dihindari sepenuhnya. Namun yang terpenting adalah upaya perbaikan dan mitigasi terus dilakukan,” katanya.
Baca Juga: Polres Kudus dan Tim Psikologi Polda Jateng Beri Trauma Healing Anak-Anak Korban Banjir
Ia berharap, normalisasi Sungai Juana dapat menjadi solusi mendasar dalam penanganan banjir di Kudus.
“Mudah-mudahan permasalahan utama penyebab banjir di Kudus bisa segera ditangani melalui normalisasi Sungai Juana, sehingga ke depan Kudus tidak lagi dilanda banjir,” harapnya.
Editor: Haikal Rosyada

