31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Gelar Rakor, Desa-desa di Kecamatan Undaan Diminta Sigap Bencana

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kecamatan Undaan menggelar rapat koordinasi membahas terkait antisipasi adanya bencana banjir yang dimungkinkan akan melanda desa-desa di Kecamatan Undaan. Rapat tersebut diselenggarakan di Aula Gedung Serbaguna Desa Undaan Lor, Rabu (14/1/2026). 

Diketahui bencana banjir saat ini tengah melanda Desa Karangrowo dengan jumlah 996 jiwa dari 356 KK terdampak banjir. Sedangkan untuk area persawahan, 86 hekatr terendam hingga kerugian ditaksir mencapai Rp516 juta karena gagal panen.

Baca juga: Longsor Menawan Makan Korban, Bupati Kudus Turun ke Lokasi Bencana

-Advertisement-

Camat Undaan, Arif Budiyanto melalui Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamtan Undaan, M Safruddin menyaampaikan, rapat digelar sebagai upaya untuk meminimalisir dampak kejadian. Pihaknya meminta kepada semua desa untuk terus siaga dan sigap dalam penanganan bencana yang sewaktu-waktu terjadi kapan saja. 

“Sebab saat ini sudah ada desa di Kecamatan Undaan yang terdampak akibat banjir, yakni Desa Karangrowo. Untuk itu kami menggelar rapat ini supaya desa lainnyajuga sigap menanggapi bencana,” bebernya. 

Tak hanya itu, pihaknya mengumpulkan sejumlah instansi dan kepala desa agar bencana yang terjadi di Kecamatan Undaan bisa diatasi bersama. Desa yang tidak terdampak diminta untuk mensuport dan memberikan dukungan berupa material logistik kepada masyarakat terdampak banjir.

“Sejauh ini untuk masing-masig desa di Kecamatan Undaan pada kompak dan saling mensuport. Saat ini Desa Karangrowo menjadi desa yang terdampak di Kecamatan Undaan. Bahkan di sana juga sudah didirikan posko bencana dan dapur umum di balaidesa untuk menampung warga yang rumahnya kebanjiran,” ujarnya. 

Menurutnya, 16 desa di Kecamatan Undaan semuanya telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Bupati, terkait adanya desa tangguh bencana (Destana). Sehingga adanya destana di masing-masing desa ini bisa membangun kemandirian dan ketangguhan desa dalam menghadapi ancaman bencana.

“Kita himbau untuk semua desa agar sigap menhadapi bencana yang terjadi. Terutama bagi desa yang sering terkena banjir untuk bisa mendirikan posko dan dapur umum ketika dibutuhkan dalam membantu masyarakat yang terdampak,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kabupaten Kudus, Sri Wahyuni mengapresiasi kegiatan rakor yang berlangsung. Apalagi 100 persen desa di Kecamatan Undaan telah terbentuk Destana itu bisa mengupayakan dan mandiri terkait bencana yang terjadi di masing-masing desa. 

Baca juga: Banjir Rendam Jalur Alternatif Pati–Rembang, Rubinah Terpaksa Tak Jualan Karena Warungnya Kebanjiran

“Dari 16 desa yang ada di Kecamatan Undaan, semuanya sudah melakaukan pembentukan Destana. Sehingga kehadiran destana ini bisa mencukupi dan kebutuhan sesuai dengan kebutuhan yang ada,” sebutnya. 

Pihaknya meminta kepada masing-masing kades, supaya logistik kebutuhan bagi warga terdampak bisa disalurkan dengan baik dan lancar, serta tepat sasaran. Terlebih, pihaknya memastikan logistik bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus aman.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER