BETANEWS.ID, PATI – Selama ini, Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Pati, yang terletak di lereng Pegunungan Muria dikenal dengan wisata alamnya yang memikat. Selain itu, desa tersebut juga dikenal sebagai penghasil durian dan alpukat.
Namun, di balik popularitas dua buah tersebut, tersimpan komoditas lain yang kini tengah naik daun, yakni jambu Madu Deli. Buah bercita rasa manis ini semakin diburu, baik untuk konsumsi langsung maupun dijadikan buah tangan khas daerah.
Permintaan jambu Madu Deli tak hanya datang dari masyarakat lokal. Buah ini bahkan telah menembus pasar antar daerah dan diminati konsumen dari berbagai kota besar di Indonesia.
“Jambu Madu Deli memang menjadi potensi besar. Saat ini banyak dikirim ke Jakarta, Surabaya, hingga Bojonegoro,” ujar Yusuf Heri Novianto, salah seorang petani Jambu Madu Deli asal Desa Jrahi.
Selain dipasarkan ke luar daerah, wisatawan yang berkunjung ke Desa Jrahi juga dapat merasakan sensasi memetik jambu langsung dari kebunnya. Aktivitas ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman wisata edukatif sekaligus rekreasi.
Harga jambu Madu Deli pun relatif terjangkau, berkisar antara Rp12 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
“Pengunjung yang ingin bisa petik sendiri. Salah satunya di kafe GMJ Jrahi. Bawahnya ada kebun. Bisa juga untuk oleh-oleh,” imbuhnya.
Dari sisi kualitas, jambu Madu Deli memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan jenis jambu lainnya. Selain rasanya yang manis, tampilannya pun cukup khas dengan warna hijau kemerahan.
“Warnanya hijau kemerahan. Mungkin tidak semenarik jambu citra tapi rasanya manis,” jelasnya.
Tak hanya itu, ukuran buahnya tergolong besar. Untuk kelas tertentu, berat jambu Madu Deli bahkan bisa mencapai lebih dari dua ons per buah. Keunggulan lain terletak pada siklus panennya yang relatif sering.
“Setahun bisa panen tiga kali setahun. Jadi hampir setiap bulan bisa kalau ingin petik di kebun. Berbeda dengan alpukat dan durian yang musiman,” imbuhnya.
Daya tarik wisata petik jambu ini juga dirasakan langsung oleh para pengunjung. Salah satunya Kamelan, warga Kecamatan Margorejo, Pati, yang mengaku sengaja datang untuk mencoba pengalaman tersebut.
Baca Juga: Tanpa Kembang Api, Warga Ketitangwetan Pati Sambut Tahun Baru dengan Doa Bersama
“Menyenangkan lihat pohon jambu yang berbuat banyak. Bisa milih dan metik langsung. Baru tahu ini kalau di Jrahi selain durian dan alpukat ada jambu Deli Madu juga,” ucapnya.
Dengan potensi alam dan pertanian yang terus dikembangkan, Desa Jrahi tak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman wisata berbasis hasil bumi yang menjanjikan bagi masyarakat maupun wisatawan.
Editor: Haikal Rosyada

