BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus, Sulistiyanto, menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Kudus dan masyarakat terkait penampilan cabang olahraga (cabor) IODI (Ikatan Olahraga Dansa Indonesia) yang digelar di Pendapa Kabupaten pada Senin (29/12/2025) malam.
Sulistiyanto mengatakan, permohonan maaf tersebut disampaikan secara langsung kepada Bupati Kudus usai munculnya keresahan di tengah masyarakat akibat penampilan tersebut.
Baca Juga: Desain Stadion Wergu Wetan Sudah Rilis, Single Seat dan Tanpa Lintasan Atletik
“Saya selaku Ketua KONI sudah menghadap bupati untuk menyampaikan permohonan maaf atas kejadian penampilan IODI di Pendapa. Selain kepada bupati, kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kudus karena menimbulkan keresahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, melalui media pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab institusional.
Sulistiyanto menjelaskan bahwa penampilan IODI tersebut merupakan bagian dari cabang olahraga di bawah naungan Pengkab IODI Kudus. Nomor yang ditampilkan merupakan salah satu nomor olahraga prestasi yang dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
“Dari kami murni menampilkan olahraga prestasi. IODI merupakan salah satu cabang olahraga di bawah KONI, dan nomor yang ditampilkan memang dipertandingkan di Porprov,” jelasnya.
Ia menambahkan, nomor tersebut juga telah lolos kualifikasi Porprov 2026 berdasarkan hasil seleksi yang dilaksanakan pada Oktober 2025.
“Kebetulan nomor tersebut juga lolos Porprov 2026 dari hasil kualifikasi tahun Oktober 2025,” tambahnya.
Baca Juga: Tak Ada Pesta Kembang Api, Begini Imbauan Bupati Kudus di Malam Tahun Baru 2026
Meski demikian, Sulistiyanto mengakui bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut kurang memperhatikan aspek sensitivitas ruang publik, sehingga menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
“Kami menerima semua masukan dan kritik. Ke depan, KONI Kudus akan lebih berhati-hati dan melakukan evaluasi agar kegiatan olahraga tetap menjunjung norma serta kenyamanan masyarakat,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

