BETANEWS.ID, JEPARA – Rencana puluhan penumpang Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Siginjai untuk menghabiskan masa Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pulau Karimunjawa pada Jumat, (26/12/2025) dipastikan gagal.
Padahal mereka sudah terlanjur datang ke Pelabuhan Penyebaran Kartini Jepara sejak pagi. Sebab kapal direncanakan berangkat pada pukul 06.30 WIB. Namun, hingga siang hari puluhan penumpang belum mendapatkan kepastian dari pihak Manajemen ASDP yang mengelola KMP Siginjai.
Baca Juga: UMSK Jepara Resmi Hilang, Ini Alasan Pemkab Tak Ajukan di 2026
Salah satu penumpang, Suci Amanatul (27) asal dari Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur bercerita ia bersama lima orang temannya sudah berangkat dari Mojokerto pada Kamis, (25/12/2025) sekitar pukul 18.00 WIB Kemarin.
Ia sengaja berangkat lebih awal demi untuk mengejar jadwal keberangkatan kapal. Suci mengatakan pihak Manajemen ASDP sebelumnya memang sudah memberikan informasi bahwa kapal tidak berlayar melalui pesan Whatsapp. Namun, saat ia mendapat informasi tersebut sudah perjalanan menuju Jepara.
“Saya dapat informasinya dadak-an, saat sudah perjalanan ke Jepara. Dikasih tau lewat WA,” kata Suci saat ditemui di Pelabuhan Penyebrangan Kartini Jepara pada Jumat, (26/12/2025).
Suci mengaku sudah memesan tiket sejak Jumat, (19/12/2025) lalu. Tadinya ia berencana untuk berlibur di Karimunjawa hingga Senin, (29/12/2025). Akan tetapi, karena kondisi kapal yang tidak memungkinkan, ia terpaksa harus membatalkan beberapa agenda yang sebelumnya sudah ia susun.
Untuk berlibur ke Karimunjawa, Suci mengaku sudah memesan tempat penginapan dan travel selama di Karimunjawa. Total uang yang sudah ia keluarkan yaitu sekitar Rp1,5 juta.
Akibat hal tersebut, ia mengaku sangat merasa dirugikan dan berharap ada solusi dari pihak ASDP.
“Sangat merugikan sekali karena ada tidak ada solusi yang benar-benar pasti, bagaimana kelanjutannya. Kami sudah terlanjur booking semua, penginapan, travel sudah pesen semua. Jadi ada kalau ada kendala harus reschedule, beberapa tempat harus di cut,” ujar Suci.
Ia berharap ke depan hal itu tidak terjadi lagi dan pihak ASDP bisa memperbaiki manajemen pelayanan kepada penumpang kapal.
Hal serupa juga dialami oleh Lala, salah satu penumpang dari Kota Jakarta. Ia yang berangkat bersama 10 orang temannya bahkan berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Sebab ia berencana untuk melakukan touring di Karimunjawa.
Sama seperti Suci, ia dan 10 orang temannya juga sudah terlanjur memesan penginapan dan akomodasi selama di Karimunjawa. Sehingga ia meminta agar pihak manajemen bisa memberikan kompensasi.
Baca Juga: Monitoring Gereja, Pemkab Pastikan Perayaan Natal di Jepara Berlangsung Aman
“Kita udah terlanjur booking hotel, booking trip, terus seenaknya ngga ada pertanggungjawaban dari pihak ASDP, dia maunya di refund atau reschedule. Kita keberatan, kita maunya tolong ada solusi yang lain,” ujarnya.
Adapun total penumpang kapal yang sudah berada di pelabuhan dan tidak bisa diberangkatkan yaitu sebanyak 46 penumpang.
Editor: Haikal Rosyada

