BETANEWS.ID, KUDUS – Cabang olahraga airsoft yang berada di bawah naungan Indonesian Airsoft Association (Inassoc) Kabupaten Kudus siap berlaga dalam Festival Olahraga Daerah (Forda) Jawa Tengah 2025. 14 pegiat dan dua official diberangkatkan untuk bertanding di Surakarta, pada 5–7 Desember 2025.
Ketua Pengurus Cabang Inassoc Kudus, Muhammad Haimin (31) mengatakan, kontingen olahraga Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kudus memberangkatkan sebanyak 236 pegiat, termasuk dari Inassoc. Meski terbilang berat karena persaingan yang ketat, pihaknya optimis bisa mendulang prestasi.
Baca Juga: Dampak Efisiensi, Anggaran Kebencanan 2026 di Kabupaten Kudus Turun 19,86 Persen
“Kami sudah latihan intens selama dua bulan sebelum keberangkatan. Target kami adalah meraih lima medali perak. Sebelumnya di Fornas kami dapat perak, jadi di Forda ini minimal bisa mengulang capaian tersebut,” katanya usai pelepasan keberangkatan di Politeknik Negeri (Akbid Ploso) Kudus, Jumat 5/12/2025).
Ia menyebut persaingan akan sangat ketat, terutama dari daerah kuat seperti Magelang dan Solo yang juga menjadi tuan rumah. Namun, tekad mereka sudah bulat untuk turun dan berjuang dalam even tersebut.
Adapun kategori yang diikuti Inassoc ada empat katagori dari 14 katagori yang diperlombakan. Di antaranya meliputi, CTS Spring Shotgun putra-putri, CTS Rifle AEG putra-putri, hingga Sniper Action dan Sniper Challenge.
Haimin menuturkan, pembiayaan keberangkatan berasal dari dana pemerintah melalui Kormi Kudus, serta dukungan sponsor dari Pranatacara Wedding Organizer, importir Nideai Justip, serta ekstrakurikuler SMK Raden Umar Said untuk perawatan peralatan. Namun sebagian kebutuhan tetap ditanggung secara mandiri oleh para pegiat.
Salah satu tantangan terbesar, katanya, adalah ketersediaan peralatan dan masih minimnya jumlah pegiat airsoft di Kudus. Saat ini Inassoc Kudus memiliki 58 anggota terdiri dari dua klub, yakni ekstrakurikuler SMK RUS dan Brigas Airsoft Club. Dari jumlah tersebut, hanya 14 atlet yang diberangkatkan, terdiri dari 10 putra dan 4 putri.
Salah satu peserta, Cecep Ardhi Baskian, turun di nomor Sniper Action dan Sniper Challenge. Cecep mengaku telah memperkuat persiapan dengan berbagai latihan fisik dan teknik menembak.
“Beberapa waktu lalu ada lomba sniper di Karanganyar, itu sekaligus jadi pemanasan. Latihan fisik seperti treadmill dan angkat beban terus saya jalani. Target saya jelas, emas,” tegasnya.
Cecep sebelumnya pernah meraih juara 1 sniper serta kategori KST dalam ajang yang terselenggara di Karanganyar.
Baca Juga: Butuh Anggaran Rp10 M untuk Persiapan Porprov 2026, KONI Kudus Sodorkan Bantuan ke Pemkab
Peserta lain, Galih Priadiwangsa, pelajar kelas XI SMK Raden Umar Said yang turun di kategori CTS Spring Shotgun menambahkan, dirinya telah berlatih intens selama lima bulan usai even Fornas. Ia mengaku dalan ajang Fornas berhasil menjadi juara keempat.
“Belajar alat sudah lama, fisik juga terus saya latih. Targetnya paling tidak masuk podium, sama seperti waktu di Fornas. Saya sangat optimis dengan kemampuan saya,” ungkapnya.
Editor: Haikal Rosyada

